Rekomendasi Forex Dolar AS 18 September 2026 : Dapat Tertekan Penguatan Yen; Dapat Terbantu Data Produksi Industri

15

(Vibiznews – Forex) Indeks dolar AS turun dari level tertinggi baru dalam 1,5 bulan dan ditutup turun tipis pada hari Kamis, terpicu penguatan pasar saham dan penurunan imbal hasil Treasury AS.

Indeks dolar AS ditutup turun tipis 0,02% pada 100,24.

Dolar AS mencatatkan kerugian kecil pada hari Kamis karena reli tajam di pasar saham membatasi permintaan likuiditas dolar.

Penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS (T-note) pada hari Kamis juga membebani dolar.

Namun pelemahan dolar terbatas pada hari Kamis setelah klaim pengangguran mingguan AS secara tak terduga turun ke level terendah dalam 8 minggu, mensinyalkan pasar tenaga kerja yang kuat.

Klaim pengangguran awal mingguan di AS secara tak terduga turun -10.000 menjadi level terendah dalam 8 minggu di angka 196.000, menunjukkan pasar tenaga kerja yang lebih kuat daripada ekspektasi peningkatan menjadi 207.000.

Dolar juga memiliki dukungan lanjutan dari hari Rabu ketika FOMC menaikkan suku bunga sebesar 25 bp dan memberi sinyal kenaikan suku bunga lainnya pada akhir tahun.

Sedangkan data ekonnomi dan perumahan AS bervariasi.

Angka pembangunan perumahan baru di AS pada bulan Agustus secara tak terduga turun -2,6% secara bulanan menjadi 1,275 juta unit, lebih lemah dari perkiraan kenaikan menjadi 1,320 juta unit.

Izin pembangunan pada bulan Agustus, yang merupakan indikator konstruksi di masa mendatang, turun -2,7% secara bulanan menjadi 1,394 juta unit, lebih lemah dari perkiraan sebesar 1,408 juta unit.

Survei prospek bisnis Federal Reserve Philadelphia AS bulan September turun -9,6 menjadi 37,8, lebih kuat dari ekspektasi sebesar 32,1.

Penjualan rumah yang masih dalam proses di AS pada bulan Agustus secara tak terduga naik +0,3% secara bulanan, lebih kuat dari ekspektasi penurunan -0,1% secara bulanan.

Pasar memperkirakan peluang sebesar 55% untuk kenaikan suku bunga Fed sebesar +25 basis poin pada pertemuan FOMC berikutnya pada tanggal 27-28 Oktober.

Pagi ini akan dirilis keputusan suku bunga BOJ yang diindikasikan meningkat.

Malam nanti akan dirilis data Produksi Industri dan Produksi Manufaktur Agustus AS yang diindikasikan meningkat.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, indeks dolar AS akan bergerak turun jika BOJ menaikkan suku bunga. Namun jika malam nanti data Produksi Industri dan Produksi Manufaktur Agustus AS terealisir meningkat, akan menguatkan dolar AS. Indeks dolar AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 100,15-100,05. Namun jika naik, akam bergerak dalam kisaran Resistance 100,33-100,43.