Rekomendasi Harga Kopi Arabika 25 September 2026

93
kopi

(Vibiznews – Commodity) Harga kopi arabika di bursa komoditi berjangka New York terpantau bergerak fluktuatif cenderung tertahan pada perdagangan hari Jumat (25 September 2026). Secara keseluruhan, pergerakan harga komoditas kopi ini tengah berada di bawah tekanan sentimen pasokan dunia yang melimpah, meski mencoba melakukan pantulan tipis dari level terendah tiga bulannya.

Pergerakan kontrak berjangka kopi arabika saat ini bergerak konsolidasi dan tertahan di kisaran 274 hingga 276 sen dolar AS per pon, setelah sebelumnya tergelincir akibat masifnya arus pasokan baru.

Tekanan penurunan harga yang sangat dominan bersumber dari kenaikan estimasi produksi Brasil. Badan peramalan panen Brasil, Conab, baru saja merevisi naik proyeksi produksi total kopi di negara tersebut menjadi 67,6 juta kantong, meningkat dari estimasi sebelumnya yang sebesar 66,7 juta kantong. Secara khusus, produksi varietas arabika Brasil diproyeksikan melonjak masif sebesar 34,8 persen secara tahunan hingga mencapai 48,21 juta kantong. Lonjakan proyeksi panen ini secara drastis meredakan kekhawatiran pelaku pasar terhadap ketersediaan pasokan dalam jangka panjang.

Sentimen pelemahan ini semakin dikukuhkan oleh rilis proyeksi surplus global dari International Coffee Organization (ICO). Lembaga tersebut mengonfirmasi bahwa pasar kopi dunia untuk musim 2025/2026 akan mencatatkan surplus pasokan sekitar 3 juta kantong. Produksi global dilaporkan melesat 4,4 persen secara tahunan menyentuh rekor tertinggi di 183,6 juta kantong, di tengah tingkat konsumsi dunia yang diprediksi menyusut tipis 0,9 persen. Kondisi ini menandai terciptanya surplus pasar untuk yang pertama kalinya setelah mengalami defisit berturut-turut selama lima tahun terakhir.

Dari sisi logistik bursa, stok kopi arabika bersertifikat di gudang pemantauan ICE AS mulai menunjukkan tren kenaikan, dengan penambahan lebih dari 23.000 kantong dalam laporan terbarunya. Para pedagang besar komoditas dilaporkan terus melakukan pengiriman fisik kopi arabika asal Brasil ke pelabuhan seperti Antwerp guna menambah inventaris bursa. Masuknya pasokan dalam jumlah besar ini secara efektif memotong premi harga untuk pengiriman barang segera.

Di pasar uang, pelemahan mata uang Real Brasil yang jatuh ke level terendah dalam tiga minggu terhadap dolar AS turut memicu aksi jual di bursa komoditas. Pelemahan mata uang domestik ini secara mekanis mendorong para petani dan eksportir di Brasil untuk semakin agresif meningkatkan penjualan ekspor mereka guna memaksimalkan keuntungan dari selisih kurs.

Kendati dihimpit oleh berbagai sentimen yang sangat menekan harga, pelaku pasar saat ini masih tetap mewaspadai faktor risiko cuaca yang menjadi bantalan penahan harga. Pola curah hujan di Brasil sepanjang bulan September dan Oktober merupakan fase yang sangat kritis bagi proses pembungaan (flowering) tanaman kopi. Keterlambatan hujan atau adanya gangguan iklim sekecil apa pun di area utama seperti Minas Gerais berpotensi memicu kepanikan dan mengembalikan premi risiko ke dalam pasar secara mendadak.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga kopi arabika masih akan dibayangi oleh tren penurunan akibat melimpahnya prospek pasokan dunia dan naiknya persediaan bursa. Mengingat pasar sedang memasuki fase transisi dari kondisi defisit menuju pasokan yang melimpah, volatilitas harga diperkirakan masih akan tinggi. Harga kopi arabika diperkirakan bergerak menekan area Support di kisaran 272,00 hingga 270,00. Namun apabila terjadi aksi beli merespons cuaca, harga akan mencoba merangkak naik menuju area Resistance di 278,00 hingga 280,00.