Rekomendasi Harga Gula 30 September 2026

26

(Vibiznews – Commodity) Harga gula mentah di bursa komoditi berjangka internasional New York, berakhir naik pada hari Selasa, 29 September 2026.

Harga gula berjangka kontrak Oktober 2026 ditutup naik 2,06% pada 17,82 sen per pon.

Harga gula menguat pada hari Selasa setelah unit Pemantauan Sumber Daya Pertanian (MARS) Uni Eropa memangkas estimasi hasil panen bit gula UE tahun 2026 menjadi 67,4 metrik ton (MT) per hektare dari estimasi bulan Agustus sebesar 72,2 MT per hektare, akibat kondisi kekeringan yang ekstrem. Harga terus bergerak mendatar dalam rentang yang lebar selama sebulan terakhir, di antara level terendah satu bulan yang tercatat pada hari Selasa lalu dan level tertinggi dalam 17,5 bulan yang dicapai pada 10 September.

Pada 10 September, harga gula NY mencatatkan level tertinggi dalam 17,5 bulan didorong oleh prospek defisit global. Pada 1 September, International Sugar Organization (ISO) memproyeksikan defisit gula global tahun 2026/27 sebesar -200.000 MT, dibandingkan dengan proyeksi surplus +1,1 juta metrik ton (MMT) untuk tahun 2025/26. Sementara itu, Thai Sugar Millers Corp pada 7 September memproyeksikan bahwa produksi gula Thailand tahun 2026/27 dapat turun -17% secara tahunan (y/y) menjadi 10 MMT. Thailand merupakan eksportir gula terbesar kedua di dunia.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya harga gula mentah berpotensi masih bergerak dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan melemah, seiring aksi profit taking dari setelah harga gula melonjak. Harga gula mentah diperkirakan akan bergerak menguji kisaran support terdekat di 17,42 hingga 17,01. Namun, apabila kekhawatiran terhadap ancaman produksi Thailand dan dampak El Nino kembali memicu aksi beli teknikal di pasar, pergerakan harga berpeluang berbalik arah menuju kisaran resistance 18,11 hingga 18,39.