Rekomendasi Harga Kopi Arabika 5 Oktober 2026

69

(Vibiznews – Commodity) Harga kopi arabika berakhir naik tipis pada hari Jumat, 2 Oktober 2026, ditopang pelemahan dolar AS yang memicu aksi short covering serta rendahnya stok di gudang bursa.

Harga kopi arabika berjangka kontrak Desember 2026 ditutup naik 0,50 poin atau 0,21% ke level $288,75 per pon, memulihkan sebagian pelemahan sesi sebelumnya.

Pelemahan dolar AS pada akhir pekan mendorong aksi short covering pada kontrak berjangka kopi. Sehari sebelumnya, harga arabika sempat tertekan oleh penguatan indeks dolar AS (DXY) ke level tertinggi dalam 1,5 tahun yang memicu likuidasi posisi beli.

Dari sisi pasokan, harga masih dibayangi sentimen negatif. Harga kopi sempat mencatatkan level terendah dalam 3,25 bulan pada pekan lalu akibat prospek pasokan global yang melimpah. International Coffee Organization (ICO) pada 10 September memproyeksikan rekor panen kopi global serta adanya surplus, dan laporan terbaru USDA juga dinilai bearish bagi harga kopi. Kondisi tanam yang menguntungkan di Brasil dan Vietnam turut menekan harga.

Somar Meteorologia melaporkan curah hujan di Minas Gerais, sentra arabika utama Brasil, mencapai 29,7 mm atau 112% dari rata-rata historis pada pekan yang berakhir 27 September, sehingga mendukung fase pembungaan tanaman untuk panen musim 2026/27.

Di sisi lain, ahli meteorologi Climatempo memperkirakan peluang hujan di Minas Gerais terbatas selama sepekan ke depan, yang berpotensi memicu kekhawatiran terhadap tahap pembungaan yang krusial.

Stok arabika bersertifikat ICE juga menjadi faktor penopang. Stok sempat jatuh ke level terendah dalam 27 tahun di 217.646 karung pada 15 September, namun rebound ke level tertinggi dalam 8 pekan di 260.054 karung. Meski mulai terisi kembali, posisi stok masih tipis sebagai bantalan bila terjadi gangguan pasokan mendadak.

Pelaku pasar juga masih mewaspadai ancaman El Niño yang kuat terhadap tahap-tahap kritis siklus tanaman kopi, termasuk pembungaan, pembentukan buah, hingga pematangan biji pada periode Desember hingga Maret mendatang. Dampak gempa bumi di Kolombia, produsen arabika terbesar kedua dunia, juga masih menopang harga di tengah dominasi tekanan jual.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan hari ini, harga kopi arabika masih cenderung bergerak dalam kisaran sempit dengan bias tertekan seiring prospek surplus pasokan global dan panen Brasil yang mendukung ekspor. Namun, rendahnya stok bursa, risiko cuaca jangka menengah, dan potensi pelemahan dolar AS membuat ruang rebound tetap terbuka, sehingga volatilitas harga diperkirakan masih tinggi. Harga kopi arabika diperkirakan bergerak menekan area Support di kisaran 285,05 hingga 281,36. Namun apabila muncul aksi beli merespons risiko cuaca atau dolar AS yang terus melemah, harga berpeluang naik menuju area Resistance di 295,50 hingga 302,25.