Harga Minyak 8 Oktober 2026 Melonjak Seiring Meningkatnya Serangan Terhadap Kapal Tanker di Selat Hormuz

57

(Vibiznews – Commodity) Harga minyak melonjak naik pada hari Kamis, 8 Oktober 2026, menyusul laporan adanya lebih banyak serangan terhadap kapal komersial di Timur Tengah, sementara pasar juga bersiap menghadapi gangguan pasokan akibat cuaca buruk di sepanjang pesisir Teluk AS.

Kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman November naik 4,9% menjadi $92,61 per barel.

Kontrak berjangka minyak mentah Brent naik 5,35% menjadi $105,56 per barel.

Iran meningkatkan serangan terhadap kapal-kapal di Hormuz selama sepekan terakhir, dengan menegaskan kembali bahwa jalur perairan tersebut tetap tertutup di tengah kebuntuan yang berkepanjangan dengan Amerika Serikat.

Sementara itu, pada hari Rabu, badan Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) menyatakan bahwa sebuah kapal tanker dihantam oleh beberapa proyektil di sebelah utara Qatar, dan dilaporkan adanya korban jiwa akibat insiden tersebut.

Serangan Iran terhadap kapal tanker mencapai tingkat tertinggi pekan lalu dibandingkan minggu mana pun sejak dimulainya konflik AS-Iran; peningkatan serangan ini terjadi tak lama setelah lalu lintas pelayaran melalui Hormuz sempat kembali ke tingkat sebelum perang pada bulan September.

Dilaporkan juga bahwa Pentagon telah menginstruksikan Komando Pusat AS (CENTCOM) untuk bersiap menghadapi kemungkinan dimulainya kembali operasi tempur besar-besaran terhadap Iran, meskipun Presiden AS Donald Trump belum mengambil keputusan akhir mengenai waktu serangan tersebut. Dimulainya kembali perang terbuka antara AS dan Iran dapat memicu gangguan lebih lanjut pada pasokan minyak Timur Tengah, khususnya di wilayah Hormuz.

Aktivitas pelayaran di Laut Merah dan ekspor minyak Arab Saudi juga tetap menjadi sorotan. Konflik antara Arab Saudi dan kelompok Houthi di Yaman yang didukung Iran terus berlanjut pekan ini, di mana kelompok Houthi terlihat menyerang sebuah kilang minyak di Riyadh.

Harga minyak mentah juga terdorong naik oleh meningkatnya kekhawatiran akan gangguan akibat cuaca di wilayah pesisir Teluk AS.

Badai Tropis Isaias diperkirakan akan menguat dengan cepat menjadi badai (hurricane) yang berbahaya dan mencapai daratan di pesisir utara Teluk Meksiko menjelang akhir pekan, menurut Layanan Cuaca Nasional AS. Laporan pada Kamis pagi menyebutkan bahwa badai tersebut telah meningkat statusnya menjadi badai (hurricane).

Badai ini diperkirakan akan membawa curah hujan tinggi dan angin kencang di wilayah Teluk Meksiko. Sejumlah perusahaan minyak dan gas besar terlihat mengevakuasi personel non-esensial dari fasilitas lepas pantai mereka di wilayah tersebut.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga minyak dapat bergerak naik, dengan ketegangan di kawasan Teluk dan Selat Hormuz terus meningkat, ditengah kebuntuan negosiasi AS-Iran.

Harga minyak mentah berjangka WTI AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance $94,28-$95,96. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support $89,85-$87,10.

Harga minyak mentah berjangka Brent diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance $107,11-$108,66. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support $102,40-$99,24.