Rekomendasi Harga Gula 14 Oktober 2026

55

(Vibiznews – Commodity) Harga gula mentah di bursa komoditi berjangka internasional New York, berakhir naik pada hari Selasa, 13 Oktober 2026.

Harga gula berjangka kontrak Maret 2027 ditutup naik 0,26 sen atau 1,25% pada 21,11 sen per pon. Harga bergerak di kisaran 20,58 hingga 21,18 sen, dan penutupan ini hanya sedikit di bawah level tertinggi kontrak di 21,24. Gula putih London kontrak Desember ditutup naik 1,20 poin atau 0,21% pada 561,90 dolar AS per ton, setelah sempat menyentuh 567,10, hanya sekitar 0,60 dolar di bawah level tertinggi pekan lalu.

Faktor utama yang mendorong harga adalah posisi beli spekulatif yang masih besar dan prospek gangguan panen. Berdasarkan laporan Commitment of Traders terakhir, posisi beli bersih spekulatif melonjak 60.442 lot menjadi 212.559 lot.

Namun, penguatan hari Selasa lebih banyak didorong pelaku spekulatif kecil, sementara dana besar masih berada di luar pasar. Lonjakan harga ke 21,18 pun terjadi hanya dengan beberapa ribu lot, yang menunjukkan dorongan beli belum solid.

Di sisi lain, prakiraan cuaca menyebutkan hujan di Brasil akan semakin intens pekan ini, sehingga panen berpotensi tertunda lebih lama. Kekhawatiran terhadap super El Nino juga masih menopang harga.

Badan Meteorologi Jepang menyebut suhu permukaan laut di Pasifik tropis berada 4 derajat Celsius di atas normal pada September, tertinggi sejak 1949.

Di sisi fundamental, prospek defisit pasokan global masih menopang harga. Organisasi Gula Internasional (ISO) pada 1 September memperkirakan produksi gula global musim 2026/27 turun 1 persen secara tahunan menjadi 180,1 juta metrik ton, dengan defisit sebesar 200 ribu metrik ton, berbanding surplus 1,1 juta metrik ton pada musim 2025/26. Thai Sugar Millers Corp memproyeksikan produksi gula Thailand berpotensi anjlok 17 persen secara tahunan menjadi 10 juta metrik ton, sementara Departemen Pertanian AS memangkas estimasi produksi Brasil menjadi 42,2 juta metrik ton dan India menjadi 29,5 juta metrik ton akibat cuaca buruk. Di sisi lain, USDA masih memperkirakan stok akhir gula global 2026/27 naik 2,0% secara tahunan menjadi 44,41 juta metrik ton.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya harga gula mentah berpotensi masih bergerak dalam fase konsolidasi di dekat level tertinggi dengan kecenderungan menguat terbatas, seiring dukungan risiko cuaca dan El Nino, namun rawan aksi profit taking karena dana besar belum ikut mendorong harga dan posisi beli spekulatif sudah sangat besar. Harga gula mentah diperkirakan akan bergerak menguji kisaran resistance terdekat di 21,33 hingga 21,56. Namun, apabila aksi ambil untung muncul, pergerakan harga berpeluang berbalik arah menuju kisaran support 20,73 hingga 20,36.