Rekomendasi Harga Kopi Arabika 14 Oktober 2026

60

(Vibiznews – Commodity) Harga kopi arabika di bursa komoditi berjangka New York, berakhir menguat tipis pada hari Selasa, 13 Oktober 2026, memperpanjang pemulihan dari level terendah dalam dua pekan, ditopang tanda-tanda ketatnya pasokan dari Kolombia dan risiko El Niño terhadap panen Brasil.

Harga kopi arabika berjangka kontrak Desember 2026 ditutup naik sekitar 0,72% ke kisaran 292,70 sen

Federasi Kopi Kolombia melaporkan produksi kopi Kolombia, produsen arabika terbesar kedua dunia, pada 2025/26 turun 15% secara tahunan menjadi 12,65 juta karung, sementara ekspornya turun 12% menjadi 11,78 juta karung. Kekhawatiran bahwa El Niño dapat menunda hujan di Brasil pada September dan Oktober, periode normal pembungaan, juga menjadi faktor penopang karena berisiko mengganggu panen musim 2026/27.

Meski demikian, pasokan dari Brasil masih melimpah dan membatasi ruang kenaikan harga. Produksi kopi Brasil 2026 diperkirakan mencapai rekor 67,6 juta karung, naik 19,6% secara tahunan, sementara volume pengiriman ekspor Brasil pada September merupakan yang tertinggi dalam 20 bulan. Hedgepoint Global Markets memperkirakan surplus kopi global tahun ini sebesar 8,9 juta karung. Selain itu, hujan yang kembali turun di sebagian besar wilayah produksi mendukung perkembangan tanaman untuk musim berikutnya. Somar Meteorologia melaporkan curah hujan di Minas Gerais mencapai 33,3 mm atau 104% dari rata-rata historis pada pekan yang berakhir 4 Oktober.

Pelaku pasar kini mulai beralih fokus ke musim berikutnya. Curah hujan di wilayah produksi utama akan menjadi penentu pembungaan dan pembentukan buah, yang pada akhirnya menentukan potensi produksi 2027. Stok arabika bersertifikat ICE juga masih tipis setelah sempat jatuh ke level terendah dalam 27 tahun di 217.646 karung pada 15 September.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan hari ini, harga kopi arabika masih berpeluang melanjutkan pemulihan terbatas seiring risiko El Niño dan turunnya produksi Kolombia. Namun, surplus pasokan global dan panen Brasil yang besar membuat potensi koreksi tetap terbuka, sehingga volatilitas harga diperkirakan masih tinggi. Harga kopi arabika diperkirakan bergerak menguji area Resistance di kisaran 296,03 hingga 299,37. Namun apabila muncul aksi ambil untung atau tekanan dari ekspor Brasil, harga berpeluang terkoreksi menuju area Support di 289,83 hingga 286,97.