Rekomendasi Harga Gula 19 Oktober 2026

51

(Vibiznews – Commodity) Harga gula mentah di bursa komoditi berjangka internasional New York, berakhir turun pada hari Jumat, 16 Oktober 2026.

Harga gula berjangka kontrak Maret 2027 ditutup turun 0,28 sen atau 1,33% pada 20,85 sen per pon. Harga dibuka melemah di 20,81 dan sempat turun ke 20,47 pada sore hari, sebelum aksi beli defensif spekulan menjelang penutupan mengangkat harga kembali ke 20,93. Meski turun, harga gula masih naik sekitar 3,0% sepanjang pekan dibandingkan penutupan pekan sebelumnya di 20,25 sen. Pada perdagangan gula putih London, kontrak Desember bergerak di sekitar 550 dolar AS per ton dan sempat menyentuh level terendah baru di 547,70, setelah ditutup di 561,10 pada hari sebelumnya.

Faktor utama yang menekan harga adalah likuidasi posisi beli menjelang akhir pekan. Spekulan kesulitan mempertahankan kenaikan pada awal sesi, sementara minat beli baru tetap minim sehingga harga bertahan di kisaran sempit sebelum aksi jual sore hari. Tekanan juga datang dari sentimen pasar global yang cenderung menghindari risiko, dengan bursa saham AS melemah tajam akibat aksi jual saham chip. Di sisi lain, harga minyak yang tetap tinggi, dengan WTI di sekitar 99 dolar AS per barel, menjaga daya tarik etanol bagi pabrik di Brasil sehingga membatasi pelemahan harga gula.

Di sisi fundamental, prospek defisit pasokan global masih menopang harga. Organisasi Gula Internasional (ISO) pada 1 September memperkirakan produksi gula global musim 2026/27 turun 1 persen secara tahunan menjadi 180,1 juta metrik ton, dengan defisit sebesar 200 ribu metrik ton, berbanding surplus 1,1 juta metrik ton pada musim 2025/26. Thai Sugar Millers Corp memproyeksikan produksi gula Thailand berpotensi anjlok 17 persen secara tahunan menjadi 10 juta metrik ton, sementara Departemen Pertanian AS memangkas estimasi produksi Brasil menjadi 42,2 juta metrik ton dan India menjadi 29,5 juta metrik ton akibat cuaca buruk. Di sisi lain, USDA masih memperkirakan stok akhir gula global 2026/27 naik 2,0% secara tahunan menjadi 44,41 juta metrik ton, sementara kekhawatiran terhadap super El Nino dan hujan di Brasil masih membayangi pasokan.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya harga gula mentah berpotensi masih bergerak dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan melemah, seiring aksi profit taking dan likuidasi posisi beli spekulatif serta minimnya partisipasi dana besar. Harga gula mentah diperkirakan akan bergerak menguji kisaran support terdekat di 20,70 hingga 20,55. Namun, apabila gangguan panen di Brasil, kenaikan harga minyak, dan ancaman El Nino kembali memicu aksi beli teknikal, pergerakan harga berpeluang berbalik arah menuju kisaran resistance 21,00 hingga 21,15.