Rekomendasi Harga Kopi Arabika 19 Oktober 2026

51

(Vibiznews – Commodity) Harga kopi arabika berakhir melonjak tajam pada hari Jumat, 16 Oktober 2026, ke level tertinggi dalam satu bulan, dipicu kekhawatiran bahwa kopi dari Brasil tidak akan tiba di gudang ICE sebelum kontrak Desember berakhir.

Harga kopi arabika berjangka ditutup naik 10,80 sen atau 3,7% ke level $3,056 per pon (305,60 sen), setelah sempat menyentuh level tertinggi satu bulan di $3,113. Kenaikan ini menyusul penurunan 1,09% pada sesi sebelumnya.

Pelaku pasar semakin cemas bahwa stok bursa yang sangat rendah tidak akan terisi kembali secepat perkiraan. Stok arabika bersertifikat ICE tercatat 238.976 karung, turun 2.971 karung pada hari Kamis ke level terendah sejak 16 September dan tidak jauh dari rekor terendah dalam 27 tahun di 217.646 karung. Pasokan dari Brasil dikhawatirkan datang terlambat sehingga posisi jual kontrak Desember kesulitan mendapatkan kopi bersertifikat untuk penyelesaian kontrak. Kondisi ini mendorong harga kontrak terdekat memperoleh premi kelangkaan.

Risiko El Niño turut menopang harga. Laporan USDA pekan ini menyebut El Niño kemungkinan berdampak negatif terhadap produksi kopi Brasil karena potensi hujan yang tidak menentu pada fase pembungaan. Penguatan real Brasil dalam beberapa waktu terakhir juga ikut mendukung harga.

Meski demikian, fundamental pasokan global masih cenderung bearish. Conab memperkirakan produksi kopi Brasil 2026 mencapai rekor 67,6 juta karung, naik 19,6% secara tahunan, dengan produksi arabika naik 34,8% menjadi 48,21 juta karung. Ekspor kopi hijau Brasil pada September mencapai 3,93 juta karung, tertinggi dalam 20 bulan dan naik 20,4% secara tahunan. International Coffee Organization (ICO) juga memproyeksikan surplus global 3 juta karung pada musim 2025/26, sementara USDA memperkirakan produksi dunia 2026/27 naik 6% ke rekor 189,7 juta karung. Di sisi lain, produksi kopi Kolombia pada 2025/26 turun 15% secara tahunan menjadi 12,65 juta karung.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan hari ini, harga kopi arabika masih berpeluang menguji level tertinggi terbaru seiring ketatnya stok ICE menjelang berakhirnya kontrak Desember dan risiko El Niño. Namun, setelah lonjakan lebih dari 3% dan kenaikan ke level tertinggi satu bulan, risiko aksi ambil untung meningkat, ditambah prospek pasokan Brasil yang besar, sehingga volatilitas harga diperkirakan sangat tinggi. Harga kopi arabika diperkirakan bergerak menguji area Resistance di kisaran 309,00 hingga 313,00. Namun apabila muncul aksi ambil untung atau kopi Brasil mulai tiba di gudang ICE, harga berpeluang terkoreksi menuju area Support di 302,00 hingga 298,00.