IHSG Selasa Ditutup Amblas 3,8% ke Level 4.904; Terlemah sejak Oktober 2020

166
ihsg
Vibizmedia Picture

(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) penutupan Selasa sore ini (3/11), terpantau merosot tajam 192,543 poin (3,78%) ke level 4.904,287 setelah dibuka naik ke level 5.126.526.

IHSG bergerak tertekan tajam pada area 6 tahun lebih terendahnya, terlemah sejak Oktober 2020, sementara bursa kawasan Asia sore ini umumnya mixed dengan Kospi merosot 2,5% ditekan saham sektor AI dan Semiconductor, serta mencermati Wall Street yang berakhir semalam dengan mixed dalam tekanan jual berlanjut pada sektor teknologi.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) sore ini menguat terbatas 0,03% atau 5 poin ke level Rp 18.140, dengan dollar AS di pasar uang Eropa turun setelah melemah di sesi global sebelumnya, tertekan ke seminggu terendahnya menjelang pemilu sela (midterm) di AS dan turunnya harga minyak dunia.

Rupiah menguat dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp18.145, serta terpantau bangkit setelah terkoreksi 2 hari, dekat dengan area rekor terendahnya.

Mengawali perdagangannya, IHSG terpantau menguat 29,606 poin (0,58%) ke level 5.126.526. Sedangkan indeks LQ45 naik 3,646 poin (0,70%) ke level 521,297. Siang ini IHSG melemah 133,769 poin (2,62%) ke level 4.963,061. Sementara LQ45 terlihat turun 12,734 poin (2,46%) poin ke level 504,917.

IHSG kemudian semakin tertekan dan ditutup merosot tajam 192,543 poin (3,78%) ke level 4.904,287. Sementara LQ45 terlihat turun 4,04% atau 20,937 poin ke level 496,714. Tercatat saat ini 57 saham naik, 624 saham turun dan 37 saham stagnan.

Sementara itu, bursa regional sore ini terpantau mixed, di antaranya Nikkei yang turun 0,33%, dan Hang Seng yang naik 0,57%.

 

Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini tertekan tajam ke level 6 tahun lebih terendahnya, sementara bursa kawasan Asia sore ini umumnya mixed dengan Kospi merosot 2,5% ditekan saham AI dan Semiconductor, serta mencermati Wall Street yang berakhir mixed dalam tekanan jual pada sektor teknologi.

Berikutnya IHSG kemungkinan akan tetap bearish, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 5.455 dan 5.912. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 4,881 dan bila tembus ke level 4,764.

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group