(Vibiznews – Economy) – Dalam pergerakan pasar uang Selasa sore ini (3/11), nilai tukar rupiah terhadap dollar ditutup menguat terbatas, bertahan dari gain sesi siangnya, sementara dollar AS di pasar Eropa turun setelah melemah di sesi global sebelumnya.
Rupiah terhadap dollar AS sore ini menguat terbatas 0,03% atau 5 poin ke level Rp 18.140 dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp18.145. Rupiah terpantau bangkit setelah terkoreksi 2 hari, dekat dengan area rekor terendahnya.
Analis Vibiz Research Center melihat untuk hari ini perdagangan rupiah vs dollar dibuka melemah ke Rp 18.160 kemudian bergerak terkoreksi ke Rp18.161, dan terakhir sore ini WIB terpantau di posisi Rp18.145.
Menguatnya rupiah terjadi sementara dollar AS di pasar uang Eropa turun setelah melemah di sesi global sebelumnya, tertekan ke seminggu terendahnya menjelang pemilu sela (midterm) di AS dan turunnya harga minyak dunia.
Indeks dollar, yang mengukur dollar terhadap keranjang enam mata uang saingan utamanya, sore hari WIB ini turun ke 101,75, dibandingkan level penutupan sesi sebelumnya di 101,80.
Sementara itu, IHSG Selasa di akhir sesi terpantau merosot tajam 192,543 poin (3,78%) ke level 4.904,287, sedangkan bursa saham kawasan Asia umumnya mixed dengan Kospi merosot 2,5% ditekan saham sektor AI dan Semiconductor, serta mencermati Wall Street yang berakhir semalam dengan mixed dalam tekanan jual berlanjut pada sektor teknologi.
Analis Vibiz Research Center melihat dollar AS terhadap rupiah hari ini melemah, dengan dollar di pasar Eropa beranjak turun. Rupiah terhadap dollar seminggu ini terlihat akan berada dalam rentang antara Rp18.183 – Rp17.875.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting







