(Vibiznews – Commodity) Harga gandum di bursa komoditi berjangka Chicago Board of Trade (CBOT) berakhir menguat tipis pada hari Kamis, 5 November 2026, di tengah kondisi jenuh jual namun permintaan ekspor yang lemah membatasi kenaikan. Penutupan Kamis adalah data terakhir yang tersedia sebelum sesi hari Jumat.
Harga gandum soft red winter kontrak Desember 2026 ditutup naik ¾ sen pada 5,99¼ dolar AS per bushel, bertahan di bawah 6 dolar AS, setelah turun 1¼ sen pada Rabu. Pada awal sesi, kontrak paling aktif sempat naik sekitar 0,8% ke 6,03¼ dolar AS sebelum menyempit. Gandum hard red winter Kansas City kontrak Desember naik 3 sen ke 6,35¾ dolar AS, sedangkan gandum spring Minneapolis naik 3¼ sen ke 6,20 dolar AS per bushel. Dibanding penutupan 30 Oktober (6,035 dolar AS), harga turun sekitar 4¼ sen, sehingga masih berpotensi mencatat penurunan mingguan kesepuluh berturut-turut jika tidak ada pemulihan pada Jumat.
Faktor yang menopang harga adalah dolar AS yang lebih lemah dan gangguan pasokan Rusia. Reuters melaporkan dolar AS melemah setelah Demokrat dilaporkan menguasai kedua kamar Kongres dalam pemilu paruh waktu, yang meningkatkan daya tarik ekspor pertanian AS. Konsultan Rusia IKAR memangkas proyeksi ekspor gandum Rusia 2026/27 menjadi 39,5 juta ton dari 42 juta ton, dan total ekspor biji-bijian menjadi 49,5 juta ton dari 52,8 juta ton, yang sempat mengangkat harga gandum dan memutus dua hari penurunan. Kontrak sudah dinilai jenuh jual dan siap rebound, dengan Brownfield menyebut pasar berhati-hati mengangkat harga pasokan AS lebih jauh di atas permintaan.
Di sisi lain, permintaan ekspor AS masih lemah dan harapan perdamaian menekan harga. Penjualan ekspor gandum untuk pekan yang berakhir 29 Oktober sebesar 19,8 juta bushel, turun 37% dari rekor musim ini pada pekan sebelumnya, dengan pembeli utama Filipina dan Korea Selatan. Bagian terbesar harga dipengaruhi pembicaraan damai trilateral AS, Rusia, dan Ukraina di Abu Dhabi pada 10 hingga 11 November yang berpotensi membuka kembali jalur Laut Hitam. Pengiriman biji-bijian Ukraina pada Oktober naik 26% menjadi sekitar 1,1 juta ton. ADM Investor Services menilai harga akan tetap sensitif terhadap minat permintaan China.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya harga gandum berpotensi bergerak sideways dengan kecenderungan rebound terbatas, seiring kondisi jenuh jual, dolar yang lebih lemah, dan gangguan ekspor Rusia, namun lemahnya ekspor AS dan harapan perdamaian menahan kenaikan menjelang pembicaraan Abu Dhabi dan laporan USDA 10 November. Harga kontrak Desember diperkirakan akan menguji kisaran support terdekat di 5,95 hingga 5,93 dolar AS per bushel, dengan support lanjutan di sekitar 5,90 dolar AS. Namun, apabila perundingan tertunda, serangan di Laut Hitam meningkat, atau terjadi short covering, pergerakan harga berpeluang menguat menuju kisaran resistance 6,03 hingga 6,07 dolar AS, dengan resistance berikutnya di 6,10 hingga 6,16 dan 6,25 dolar AS per bushel.








