Rekomendasi Harga Jagung 6 November 2026

90
jagung

(Vibiznews – Commodity) Harga jagung di bursa komoditi berjangka Chicago Board of Trade (CBOT) berakhir turun pada hari Kamis, 5 November 2026, dan menutup di level terendah empat bulan. Penutupan Kamis adalah data terakhir yang tersedia sebelum sesi hari Jumat.

Harga jagung berjangka kontrak Desember 2026 ditutup turun 4¼ sen pada 4,40 dolar AS per bushel, dekat level terendah harian, setelah naik 1¾ sen pada Rabu. Penutupan ini sekitar 7¾ sen di bawah penutupan 30 Oktober (4,4775 dolar AS). Menurut Pro Farmer, tekanan jual dipicu sikap menghindari risiko di pasar secara umum karena indeks saham AS jatuh tajam, ditambah harga kedelai yang melemah dan penjualan teknikal karena tren turun jangka pendek. Pasar turunan lain juga tertekan, dengan kontrak berjangka hog Desember turun ke low kontrak baru dan kedelai Januari turun 14 sen ke 11,88¼ dolar AS.

Faktor utama yang menekan harga adalah penjualan teknikal, aksi menghindari risiko, dan lemahnya komitmen ekspor. Penjualan ekspor jagung mingguan sebesar 51 juta bushel sesuai ekspektasi, tetapi komitmen sejak awal musim masih turun 34% dari tahun lalu, jauh lebih buruk dari proyeksi USDA yang turun 4%, dan baru mencapai 30% dari proyeksi USDA dibanding rata-rata historis 40%. Pelaku spekulatif yang membeli 12.500 kontrak pada Rabu diperkirakan menjual kembali hari ini. Pasar juga mempersiapkan hari pertama roll Goldman untuk kontrak Desember pada Jumat, dan ADM menyebut selisih harga antar kontrak melemah menjelang roll tersebut. Prospek cuaca Amerika Selatan yang tidak mengancam turut membatasi pembelian.

Di sisi lain, sejumlah faktor menahan ruang penurunan. Pasar sudah jenuh jual dan Consus Ag menyebut kondisi ini membatasi penjualan baru, sementara ADM menilai harga sedang berusaha membentuk dasar musiman dengan dukungan penjualan besar ke Meksiko. Menjelang laporan USDA hari Selasa, jajak pendapat Reuters memperkirakan produksi jagung turun 73 juta bushel menjadi 15,961 miliar bushel dan stok akhir turun 9 juta bushel menjadi 1,840 miliar bushel, dengan pelaku pasar memperkirakan hasil panen dipangkas sekitar 1 bushel per acre. Menteri Perdagangan China juga menyatakan pembelian tambahan produk pertanian AS bergantung pada kesepakatan pemangkasan tarif timbal balik senilai 60 miliar dolar AS, dan kedua pihak diperkirakan bertemu sebelum akhir tahun. Produksi etanol pekan lalu sebesar 336 juta galon, tertinggi dalam 10 bulan, juga menopang permintaan.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya harga jagung berpotensi bergerak sideways dengan kecenderungan melemah, seiring tekanan teknikal dan roll Goldman, sementara kondisi jenuh jual dan laporan USDA pekan depan membuka peluang pantulan teknikal. Harga kontrak Desember diperkirakan akan menguji kisaran support terdekat di 4,40 hingga 4,35 dolar AS per bushel, dengan support lanjutan di 4,30 hingga 4,26 dolar AS, yaitu low Juni. Namun, apabila pembelian ekspor berlanjut dan terjadi short covering, pergerakan harga berpeluang berbalik arah menuju kisaran resistance 4,45 hingga 4,50 dolar AS, dengan resistance berikutnya di 4,52 dan 4,70 dolar AS per bushel.