(Vibiznews – Commodity) Harga kedelai di bursa komoditi berjangka Chicago Board of Trade (CBOT) berakhir turun pada hari Kamis, 5 November 2026, dan memperpanjang penurunan ke sesi kesembilan berturut-turut. Penutupan Kamis adalah data terakhir yang tersedia sebelum sesi hari Jumat.
Harga kedelai berjangka kontrak Januari 2027 ditutup turun 14 sen pada 11,88¼ dolar AS per bushel, menjadi level terendah sejak Agustus dan sekitar 46 sen di bawah penutupan 30 Oktober. Kontrak Maret 2027 ditutup di 11,96¼ dolar AS dan kontrak November di 11,81 dolar AS per bushel. Di pasar turunan, kedelai meal kontrak Desember turun 1,40 dolar AS ke 317,20 dolar AS per short ton, sementara minyak kedelai Desember turun 129 poin ke 62,24 sen per pon, tetap melemah meski minyak mentah menguat. Harga kini mendekati low Agustus di 11,80¾ dolar AS, level support yang dipantau pelaku pasar.
Faktor utama yang menekan harga adalah persaingan Brasil, perlambatan pembelian China, dan likuidasi dana spekulatif. Badan pertanian Brasil Conab memperkirakan panen kedelai rekor 181,64 juta ton pada 2026/27, dan analis AgRadar menyebut pelemahan real Brasil serta tarif angkut AS yang tinggi membuat kedelai Brasil lebih kompetitif. Sebagian pelaku pasar juga khawatir China mungkin kurang terdorong memenuhi komitmen pembelian 25 juta ton per tahun, dan pembelian China atas produk pertanian AS selain kedelai disebut berada di jalur level terendah tujuh tahun. Spekulan masih memegang posisi beli bersih sekitar 185.400 kontrak di kedelai per 27 Oktober, turun 21.536 kontrak dalam sepekan, sehingga masih ada ruang likuidasi.
Di sisi lain, permintaan ekspor tetap solid. Penjualan ekspor kedelai AS untuk pekan yang berakhir 29 Oktober mencapai 1,456 juta ton (sekitar 54 juta bushel), turun 44% dari pekan sebelumnya namun sesuai ekspektasi, dengan penjualan ke China 894.000 ton sehingga total komitmen ke China mencapai sekitar 15,95 juta ton ditambah 5,6 juta ton ke tujuan yang tidak disebutkan. Komitmen musim ini naik 76% dari tahun lalu, jauh di atas proyeksi USDA yang naik 12%, dan setara 66% dari proyeksi USDA, di atas rata-rata historis 55%. Pasar kini menunggu laporan USDA hari Selasa, dengan stok akhir kedelai AS diperkirakan naik 16 juta bushel menjadi 331 juta bushel.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya harga kedelai berpotensi bergerak sideways dengan kecenderungan melemah, seiring tekanan pasokan Brasil dan likuidasi dana spekulatif, namun area jenuh jual dan permintaan ekspor yang kuat membuka peluang pantulan teknikal menjelang laporan USDA. Harga kontrak Januari diperkirakan akan menguji kisaran support terdekat di 11,80 hingga 11,75 dolar AS per bushel, dengan support lanjutan di sekitar 11,65 dolar AS. Namun, apabila pembelian China berlanjut dan terjadi short covering, pergerakan harga berpeluang berbalik arah menuju kisaran resistance 11,95 hingga 12,02 dolar AS per bushel, dengan resistance berikutnya di 12,14 hingga 12,27 dolar AS.








