Investasi negeri Tiongkok sedang alami perlambatan dilihat dari industri maupun pelaku investasi itu sendiri, hari ini selain umumkan melambatnya pertumbuhan FDI negeri tersebut pada bulan September juga terjadi perlambatan pada sektor properti.
Dari survey Biro Statistik Nasional Tiongkok (NBS) sepanjang tahun sejak bulan Januari hingga bulan Oktober lalu, investasi properti Tiongkok terus melambat meski terjadi peningkatan pada investasi real estatenya.
Investasi real estate naik 2 persen dari tahun sebelumnya menjadi 7,88 triliun yuan (US$1,24 triliun ) dari bulan Januari hingga bulan Oktober lalu, namun pertumbuhan ini 0,6 persen lebih lambat dari nilai tiga kuartal pertama.
Investasi di perumahan yang menyumbang sekitar dua pertiga dari total investasi properti, alami kenaikan 1,3 persen dari tahun sebelumnya, dibandingkan dengan pertumbuhan 1,7 persen dalam sembilan bulan pertama.
Pembangunan perumahan baru berdiri di atas 1,27 miliar meter persegi, yang turun 13,9 persen tahun ke tahun, dengan pembangunan rumah tinggal baru turun 14,7 persen luas lantai. Selain itu penjualan properti residensial naik 7,2 persen tahun ke tahun, yang merupakan 0,3 persen lebih rendah dari yang tercatat di bulan Januari-September.
Pasar properti Tiongkok melesu pada tahun 2014 karena permintaan yang menurun dan terjadi surplus rumah yang tidak terjual. Lesunya pasar tersebut terus berlangsung hingga tahun 2015, dengan harga penjualan yang jatuh dan perlambatan investasi.
H Bara/VMN/VBN/ Senior Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang



