Bursa Jepang pada awal perdagangan Selasa (02/02) dibuka retreat, saat ini terpantau turun -60,56 poin atau -0,34 persen di 17804.67. Pelemahan indeks Nikkei tertekan pelemahan minyak mentah dan sektor keuangan dengan kebijakan suku bunga negatif BOJ.
Lihat :Bursa Jepang Berakhir Naik Dengan Kebijakan BOJ Yang Melemahkan Yen
Harga minyak mentah ditutup turun hampir 6 persen pada penutupan perdagangan Selasa dinihari (02/02), tertekan buruknya data manufaktur Tiongkok, konsumen energi terbesar di dunia, retreat dari reli empat hari, sementara harapan pemotongan pasokan dan produksi oleh OPEC dan Rusia juga mulai memudar.
Merespon pelemahan minyak mentah, pada awal perdagangan saham hari ini, saham-saham perminyakan melemah. Saham Inpex Corp merosot 4,4 persen, sedangkan saham Japan Petroleum Exploration Co turun 3,7 persen.
Dengan diadopsinya kebijakan suku bunga negatif oleh BOJ, saham-saham keuangan terus memperpanjang kerugian, jatuh sejak Jumat. Suku bunga negatif dapat mempengaruhi tingkat keuntungan mereka. Saham Mitsubishi UFJ turun 1,87 persen, saham SMFG turun 1,22 persen dan saham Mizuho Financial melihat kerugian dari 0,46 persen.
Sementara itu saham penyedia ponsel NTT DoCoMo Inc anjlok 5 persen, mengurangi lonjakan 14 persen Senin yang membawa harga saham untuk tingkat overbought pada indeks kekuatan relatif 14-hari nya.
Sedangkan untuk indeks Nikkei berjangka terpantau positif, turun 70 poin atau -0,39% pada 17,800, turun dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya pada 17,870.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya hari ini, indeks diperkirakan masih berpotensi melemah terbatas merespon pelemahan harga minyak mentah dan tertekannya saham-saham keuangan. Secara teknikal Indeks Nikkei akan bergerak dalam kisaran Support 17,335-16,877, dan kisaran Resistance 18,321-18,814.
Freddy/VMN/VBN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang



