Indeks Harga Saham Gabungan pada pembukaan perdagangan Selasa (02/02) dibuka retreat, turun -23 poin atau -0,50% pada 4601,62. Pelemahan IHSG terdorong pelemahan bursa global akibat buruknya data manufaktur Tiongkok dan Eropa serta pelemahan harga minyak mentah.
Bursa Wall Street ditutup mixed pada penutupan perdagangan Selasa dinihari (02/02), merespon penurunan harga minyak dan data manufaktur Tiongkok yang lemah. Indeks Dow Jones ditutup turun 0,10 persen, di 16,449.18, dengan penurunan tertinggi saham Exxon Mobil. Indeks S & P 500 ditutup turun 0,04 persen, ke 1,939.38, dengan melemahnya sektor energi, keuangan dan industri. Indeks Nasdaq ditutup naik 0,14 persen, pada 4,620.37.
Demikian juga Bursa saham Eropa ditutup turun tertekan buruknya data pabrikan kawasan euro dan aktifitas manufaktur Tiongkok serta pelemahan minyak mentah
Sementara itu, pagi ini bursa Asia dibuka negatif, juga tertekan buruknya manufaktur Tiongkok dan pelemahan harga minyak mentah.
Pada awal perdagangan saham Indonesia pagi ini, terpantau 8 sektor saham berada di zona merah. Terpantau 57 saham menguat dan 51 saham melemah. Terjadi perdagangan saham sebanyak lebih dari 219 juta saham dengan nilai mencapai lebih dari 241 miliar rupiah, dengan frekuensi perdagangan sebanyak lebih dari 7200 kali.
Diharapkan hari ini IHSG dapat dikuatkan kembali dengan optimisme ekonomi Indonesia dengan adanya pengakuan dari lembaga pemeringkat Moody’s bahwa Indonesia dianggap sebagai negara dengan level layak investasi (investment grade) stabil. Penguatan ekonomi juga datang dengan diumumkannya dan dilaksanakannya kebijakan ekonomi tahap IX oleh pemerintahan Presiden Joko Widodo.
Optimisme ekonomi juga muncul dengan penguatan Rupiah. Pagi ini kurs Rupiah menguat 0,61% pada 13,593.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan IHSG berpotensi menguat terbatas merespon penguatan bursa global dan dukungan fundamental domestik yang dapat mendukung penguatan IHSG. IHSG diperkirakan akan bergerak dalam kisaran Support 4570-4537, dan kisaran Resistance 4635-4662.
Freddy/VMN/VBN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang



