Pergerakan kurs euro yang menguat sejak perdagangan sesi Asia hari Selasa (2/02) terus berlanjut di perdagangan sesi Eropa yang ditopang oleh beberapa rilis data pengangguran negara anggota kawasan Euro dan secara mayor kawasan tersebut selain pelemahan dollar AS.
Kantor statistik nasional negara anggota kawasan Euro yang besar dan juga Eurostat umumkan kondisi pengangguran pada bulan Januari alami penurunan yang terlihat dari penurunan indikator yang mengukur tingkat pengangguran kawasan tersebut. Rilis data positif tersebut juga berada di bawah perkiraan ekonom sebelumnya.
Eurostat umumkan tingkat pengangguran kawasan tersebut menurun ke posisi 10,4% pada bulan Januari setelah sebelumnya ekonom prediksi tingkat pengangguran tidak berubah di 10,5% pada bulan sebelumnya. Dari 3 negara yang juga merilis kinerja lapangan kerjanya, hanya Jerman dan Spanyol menunjukkan kinerja yang positif dengan penurunan jumlah pengangguran yang cukup signfikan mengalahkan prediksi ekonom.
Dari sisi pergerakan dollar AS terhadap rival-rivalnya, indeks dollar menunjukkan pergerakan negatif dengan trend konsolidasi oleh anjloknya harga minyak mentah dan imbas sentimen sikap the Fed yang sulit melanjutkan ekspansif suku bunganya tahun ini.
Pergerakan kurs Euro di sesi Eropa (10:45:35 GMT) bergerak kuat terhadap dollar AS, setelah dibuka naik pada 1.0887 di awal perdagangan (00.00 GMT), kurs Euro naik 25 pips atau 0,2% dan nilai bergulir berada pada 1.0912.
Untuk perdagangan selanjutnya hingga penutupan perdagangan, analyst Vibiz Research Center memperkirakan pair EURUSD dapat naik ke kisaran 1.0929 – 1.1002 dan jika terjadi koreksi turun berpotensi ke kisaran 1.0831.
Joel/VBN/VMN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang



