Pergerakan kurs poundsterling yang terkoreksi sejak perdagangan sesi Asia hari Selasa (21/02) setelah perdagangan sebelumnya berhasil menguat tajam, terus berlanjut di perdagangan sesi Eropa yang mendapat sentimen negatif dari data kinerja konstruksi Inggris meskipun dollar AS terlihat melemah.
Markit Economics umumkan indikator yang menilai kinerja konstruksi negara kawasan Inggris atau PMI Konstruksi Inggris bulan Januari naik ke posisi 55,0 poin sedang pada bulan Desember 2015 ada di posisi 57,8 poin. Skor indikator ini juga dibawah ekspektasi penurunan indikator ke posisi 57,6.
Dari sisi pergerakan dollar AS terhadap rival-rivalnya, indeks dollar menunjukkan pergerakan negatif dengan trend konsolidasi oleh anjloknya harga minyak mentah dan imbas sentimen sikap the Fed yang sulit melanjutkan ekspansif suku bunganya tahun ini.
Pergerakan kurs pound di sesi Eropa (10:05:35 GMT) bergerak kuat terhadap dollar AS, setelah dibuka pada 1.4434 di awal perdagangan (00.00 GMT), pair GBPUSD turun 49 pips atau 0,4% dan nilai bergulir berada pada 1,4390.
Untuk perdagangan selanjutnya hingga penutupan perdagangan besok, analyst Vibiz Research Center memperkirakan pair GBPUSD dapat turun lagi ke kisaran support 1,4292 – 1,4152. Namun jika terjadi koreksi akan naik ke kisaran 1.4509.
Joel/VBN/VMN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang



