Mengamati pergerakan kurs euro pada perdagangan forex sesi Eropa awal pekan (06/06), turun terhadap dollar AS sejak perdagangan sesi Asia oleh profit taking pasar setelah akhir pekan berhasil mencapai posisi tertinggi dalam 17 pekan. Sentimen yang mendorong terjadinya profit taking selain menanti sinyal kenaikan Fed rate dari pidato Janet Yellen juga kekhawatiran pasar akan jajak pendapat Brexit akhir pekan lalu.
Hasil jajak pendapat sementara akhir pekan lalu menunjukkan suara untuk Brexit lebih besar dari suara untuk Bremain, kondisi ini tidak hanya menakutkan bagi pelaku pasar kawasan Inggris namun juga pelaku pasar global. Pelemahan euro sore ini juga dipicu oleh sentimen negatif dari data pesanan pabrik Jerman yang kontraksi dari bulan sebelumnya.
Pergerakan kurs euro di sesi Eropa (10:45:35 GMT) bergerak lemah terhadap dollar AS, setelah dibuka lebih rendah dari perdagangan sebelumnya pada 1.1357 di awal perdagangan (00.00 GMT), kurs Euro turun 22 pips atau 0,2% dan nilai bergulir berada pada 1.1335.
Untuk perdagangan selanjutnya hingga penutupan perdagangan sesi Amerika berakhir besok pagi, analyst Vibiz Research Center memperkirakan pair EURUSD akan turun lagi ke posisi 1.1300-1.1272. Namun jika tidak tembus kisaran tersebut maka pair naik lagi menuju kisaran 1.1401.
Joel/VBN/VMN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang



