Di tengah perdagangan sesi Eropa hari Senin (6/06) kurs poundsterling yang dibuka lebih rendah pada awal sesi Asia dari penguatan awal pekan terus bergerak negatif oleh kuatnya sentimen Brexit yang muncul ke permukaan pasar setelah akhir pekan hasil jajak pendapat sementara menunjukkan suara paling banyak untuk terjadinya Brexit (Inggris keluar Uni Eropa)
Keluarnya Inggris dari Uni Eropa tidak hanya menakutkan pendukung Bremain (Inggris Tetap di Uni Eropa)namun juga pelaku pasar keuangan global, karenanya berita Brexit versus Bremain masih menjadi fokus. Poundsterling yang melonjak tinggi akhir pekan pasca laporan NFP AS yang mengecewakan, alami profit taking menanti sinyal baru dari pidato Janet Yellen.
Pergerakan kurs poundsterling di sesi Eropa (10:30:35 GMT) bergerak lemah terhadap dollar AS, setelah dibuka lebih rendah pada 1.4473 di awal perdagangan (00.00 GMT), kurs pound turun 13 pips atau 0,1% dan nilai bergulir berada pada 1.4394
Untuk perdagangan selanjutnya hingga penutupan perdagangan sesi Amerika berakhir besok pagi, analyst Vibiz Research Center memperkirakan pair GBPUSD dapat turun terus ke kisaran 1.4330-1.4308. Namun jika terjadi koreksi dapat naik kembali ke kisaran 1.4507 -1.4540.
Joel/VBN/VMN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang



