Di tengah perdagangan pasar valas spot sesi Eropa (9/9) dan sekaligus mengakhiri perdagangan valas tanah air pekan ini, rupiah masih lemah dan semakin dalam jatuhnya di tengah pelemahan dollar AS terhadap banyak rivalnya. Secara mingguan rupiah berhasil cetak penguatan pekan ini setelah 2 pekan berturut melemah.
Pergerakan rupiah yang sangat lemah dalam pekan ini membuat investor asing semakin kuras modalnya dari bursa saham dengan lakukan profit taking cukup besar hingga mencetak net sell Rp953 miliar. Aksi jual saham asing ini memberikan tekanan kuat bagi laju IHSG yang ditutup anjlok 1,7%.
Lihat: Hanya 1 Saham Unggulan Yang Berhasil Untung Ditengah Kerugian IHSG
Pergerakan kurs rupiah di pasar spot siang ini bergerak negatif dengan posisi pelemahan 0,31% dari perdagangan sebelumnya dan kini bergerak pada kisaran Rp13103/US$ setelah dibuka kuat pada level Rp13088/US$. Untuk kurs Jisdor dan kurs transaksi antar bank yang ditetapkan Bank Indonesia hari ini diperkuat.
Kurs jisdor yang ditetapkan Bank Indonesia hari ini diperkuat ke 13089 dari posisi 13090 perdagangan hari Kamis (8/9), sedangkan kurs transaksi antar bank menguat ke posisi 13154 setelah perdagangan sebelumnya 13155.
Dan untuk pergerakan kurs Rupiah perdagangan awal pekan diperkirakan dibuka positif jika tekanan yang dialami dollar AS bersambung pada sesi malam oleh sunyinya penggerak kuat pada sesi Amerika.
Joel/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor : Jul Allens



