Setelah rupiah berhasil kuat melawan tekanan dollar AS pekan lalu, di awal perdagangan valas pekan ini nilai tukar rupiah masih bertahan di zona penguatannya pada kisaran 12000. Laju rupiah pagi ini juga mendapat support dari Bank Indonesia yang memperkuat kurs referensinya. Terpantau pagi ini dollar AS masih terpukul terhadap banyak rival utamanya.
Kekuatan rupiah pada sesi pertama perdagangan bursa saham membuat investor asing memburu banyak saham unggulan sehingga terbentuk net buy asing Rp2 triliun lebih. Aksi beli investor asing tersebut mendapat ganjalan mengangkat IHSG yang sedang terkoreksi 0.1%.
Lihat: IHSG 10 Oktober Bergerak Naik Terdukung Penguatan Rupiah
Pergerakan kurs rupiah di pasar spot pagi ini bergerak positif dengan posisi penguatan 0,23% dari perdagangan sebelumnya dan kini bergerak pada kisaran Rp12960/US$ setelah dibuka kuat pada level Rp12980/US$. Demikian untuk kurs Jisdor ditetapkan BI ke posisi lebih lemah di 13002 dari perdagangan sebelumnya di 12992 .
Dan untuk pergerakan kurs Rupiah di pasar spot hari ini berpotensi lemah pada akhir perdagangan oleh fokus pasar global menanti data NPF AS September, sehingga Analyst Vibiz Research Center memperkirakan rupiah bergerak di level support di 12995 dan resistance di 12930.


