Indeks Nikkei Jepang turun ke level terendah tiga minggu pada penutupan perdagangan hari Jumat (07/07) setelah saham global jatuh, meskipun investor dengan cepat mengambil langkah cepat dalam menyikapi keputusan Bank Of Japan untuk menaikkan pembelian obligasi pemerintah di operasi pasarnya.
Dalam rangka untuk menghasilkan kenaikan yield, bank sentral pada hari Jumat menawarkan untuk membeli JGB 10-tahun yang tidak terbatas dengan imbal hasil 0,110 persen dan juga meningktkan JGB 5 sampai 10-tahun melalui lelang ke 500 miliar yen dari 450 miliar yen.
Pasar kemudian memangkas kerugian karena yen yang melemah mendukung sentimen keseluruhan, namun investor bergerak melampaui keputusan dan fokus pada peristiwa global sebelum tutup pasar.
Indeks Nikkei ditutup turun -64,97 poin, atau -0,32 persen, pada level 19.929.09. Untuk minggu ini, Nikkei turun -0,5 persen. Sentimen pelemahan karena ketegangan geopolitik yang terjadi setelah Korea Utara meluncurkan rudal balistiknya pada minggu.
Aksi jual yang tajam di bursa A.S. dan Eropa semalam melemahkan selera risiko investor.
Wall Street mundur setelah data pasar tenaga kerja mengecewakan bentrok dengan kemungkinan Federal Reserve yang lebih hawkish. Pasar berfokus pada data pekerjaan A.S. yang akan keluar kemudian.
Investor juga tetap berhati-hati dengan kenaikan yield di Eropa dengan taruhan Bank Sentral Eropa bergerak mendekati koreksi stimulus moneternya yang luar biasa.
Perdagangan saham hari ini sebagian besar melemah, perusahaan real estat dan konstruksi seperti Mitsui Fudosan Co dan Mitsubishi Estate Co masing-masing turun -2,3 persen dan -2,2 persen.
Kajima Corp turun -2,3 persen dan Taisei Corp turun -1,3 persen.
Selain itu, investor juga masih waspada dengan ketegangan di semenanjung Korea setelah peluncuran rudah minggu ini.
Sebelum pertemuan G20 pada akhir pekan ini, Jepang, A.S., dan Korea Selata sepakat untuk mendorong Tiongkok agar memainkan peran lebih besar dalam mengekang ambisi nuklir Korea Utara.
Malam nanti akan dirilis data Nonfarm Payrolls Juni AS yang diindikasikan meningkat. Jika terealisir akan menguatkan dollar AS.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, indeks Nikkei berpotensi naik jika penguatan dollar AS terjadi yang memicu pelemahan yen.
Evi/ VMN/VBN/ Analyst-Vibiz Research Center Editor: Asido Situmorang



