Pada penutupan perdagangan Jumat sore (07/07), Indeks Harga Saham Gabungan berakhir turun 0,59 persen, pada 5814,79. Sedangkan indeks LQ 45 berakhir turun 0,60 persen pada 977,12. Pelemahan IHSG terganjal upaya profit taking investor.
Merosotnya terus harga minyak mentah dan memasuki perdagangan akhir pekan, membuat investor berupaya melakukan aksi profit taking.
Harga minyak mentah turun lebih dari 1 persen di sesi Asia pada hari Jumat (07/07), dengan harga minyak mentah A.S. turun di bawah $ 45 per barel karena berita mengenai kenaikan produksi A.S. menambah laporan sebelumnya bahwa produksi OPEC juga meningkat.
Harga minyak mentah berjangka A.S. West Texas Intermediate (WTI) berada di $ 45,02 per barel, turun 50 sen atau 1,10 persen. Harga minyak mentah berjangka Brent, patokan internasional untuk harga minyak, diperdagangkan turun 48 sen atau 1,0 persen, pada $ 47,63 per barel.
Lihat : Harga Minyak Mentah Sesi Asia Merosot 1 Persen Tergerus Peningkatan Produksi AS
Sore ini IHSG berakhir dengan 106 saham menguat, 245 saham melemah dan 110 saham stagnan. Transaksi saham terjadi sebanyak 59,10 juta saham dengan nilai nominal Rp.6,41 triliun, dengan frekuensi sebanyak 230,025 kali.
Sore ini IHSG tertekan oleh 9 sektor yang negatif, dengan pelemahan tertinggi sektor Property yang merosot 1,38 persen.
Sore ini terjadi aksi profit taking investor asing. Terpantau dana asing yang keluar pasar modal mencapai net Rp341,44 miliar.
Untuk minggu ini IHSG turun tipis 0,23 persen. Rekor tertinggi menembus di atas level 5900 yang diraih pada awal minggu ini tidak bertahan. Upaya profit taking, khususnya investor asing, semakin menekan IHSG minggu ini.
Malam nanti akan dirilis data Nonfarm Payrolls Juni AS yang diindikasikan meningkat. Jika terealisir akan menguatkan bursa Wall Street.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya IHSG akan bergerak naik jika bursa Wall Street terealisir naik. Secara teknikal IHSG akan bergerak dalam kisaran Support 5795-5775, dan kisaran Resistance 5835-5855.
Doni/ VMN/VBN/ Analyst-Vibiz Research Center Editor: Asido Situmorang



