(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Kamis siang ini (21/5), terpantau tergelincir 174,141 poin (2,76%) ke level 6.144,359 setelah dibuka naik ke level 6.366.485.
IHSG bergerak tertekan bearish di hari ke-8 pada level 13,5 bulan lebih terendahnya, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya bias menguat di tengah bertambahnya optimisme investor akan berakhirnya konflik perang Iran setelah Trump menyatakan negosiasi dengan Iran sudah di tahap final, serta mencermati Wall Street yang berakhir semalam serentak membukukan gain.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) siang ini melemah 0,31% atau 55 poin ke level Rp 17.655, dengan dollar AS di pasar uang Asia merangkak naik setelah terkoreksi di sesi global sebelumnya; tertahan dari sekitar 6 minggu tertingginya di antara berita mendekatnya deal perang antara AS – Iran yang mengurangi permintaan dollar sebagai safe haven.
Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 17.600, serta terpantau tergerus kembali di sekitar area rekor terendah sebelumnya.
Mengawali perdagangannya, IHSG menguat 47,985 poin (0,76%) ke level 6.366.485. Sedangkan indeks LQ45 naik 4,280 poin (0,68%) ke level 634,960. Siang ini IHSG tergelincir 174,141 poin (2,76%) ke level 6.144,359. Sementara LQ45 terlihat turun 1,56% atau 9,850 poin ke level 620,830.
Tercatat saat ini sebanyak 118 saham naik, 601 saham turun dan 94 saham stagnan.
Sementara itu, bursa regional siang ini terpantau bias menguat, di antaranya Nikkei yang menanjak 3,67%, dan Hang Seng yang turun tipis 0,05%.
Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini bias bearish di hari kedelapan, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya bias menguat setelah Trump menyatakan negosiasi dengan Iran sudah di tahap final, serta mencermati Wall Street yang berakhir semalam membukukan gain.
Berikutnya IHSG kemungkinan tetap bias negatif, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 6.787 dan 7.002. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 6,138 dan bila tembus ke level 5,882.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group



