(Vibiznews-Forex) GBP/USD diperdagangkan disekitar 1.3100, turun dari ketinggiannya namun masih naik pada hari itu. PM Inggris May dan pemimpin Buruh Corbyn bertemu untuk mencoba mendapatkan suatu solusi mengenai Brexit. PMI jasa Inggris meleset dengan angka 48.9 dan ADP NFP juga. PMI jasa Inggris turun dari sebelumnya 51.3 dan meleset dari yang diperkirakan sebesar 51.0. Laporan ADP menunjukkan sektor swasta AS menambah 129.000 pekerjaan selama bulan Maret, meleset dari yang diperkirakan dan turun dari bulan Februari sebanyak 197.000 pekerjaan.
Penurunan GBP/USD ternyata hanya berlangsung singkat dan pasangan matauang ini menyaksikan pembalikan yang dramatis setelah anggota parlemen Konservatif Sir Oliver Letwin dan anggota parlemen Buruh Yvette Cooper mengajukan usulan mereka untuk memberikan suara atas suatu Ketetapan untuk mencegah terjadinya Brexit yang tanpa kesepakatan dan memperpanjang Artikel 50. Pergerakan sentimen yang positip pada “intraday” ini mendapatkan dorongan tambahan setelah PM Inggris Theresa May mengumumkan bahwa dia akan meminta Uni Eropa untuk memperpanjang tenggat waktu Brexit dan juga menawarkan pembicaraan lintas partai dengan pemimpin Partai Buruh Jeremy Corbyn untuk menembus kemacetan Brexit.
Pasangan matauang ini mengalami rally 135 pips pada intraday dan melompat kembali mendekati ayunan ketinggian “overnight”, meskipun sekali lagi pergerakan naik berhenti di dekat pertengahan 1.3100 an dengan investor menunggu update terbaru atas ketidakpastian Brexit yang berkepanjangan.
Secara tehnikal, kenaikan lebih lanjut akan berhadapan dengan “resistance” terdekat di 1.3180 yang apabila ditembus akan lanjut ke 1.3200 dan akhirnya 1.3260. Sebaliknya apabila turun akan berhadapan dengan “support” terdekat yang kuat di 1.3000 yang apabila berhasil ditembus akan lanjut ke 1.2980 dan akhirnya 1.2900.
Ricky Ferlianto/VBN/Managing Partner Vibiz Consulting
Editor: Asido



