(Vibiznews-Forex) Penurunan dolar AS dikombinasikan dengan berita-berita yang membangkitkan “risk-on” mendukung saham dan mendorong Poundsterling naik lebih tinggi terhadap kebanyakan rival utamanya. GBP/USD mencapai zona harga 1.3020 untuk pertama kalinya di dalam waktu lebih daripada satu minggu.
Tantangan terhadap posisi PM Inggris Theresa May kemungkinan merintangi kenaikan Poundsterling disekitar garis tren turun sejak 15 April.
Kontras dengan laporan berita dari Guardian yang memberikan potret kemajuan dari diskusi lintas partai Brexit, Bloomberg datang dengan cerita yang membangkitkan pertanyaan mengenai masa depan posisi dari Perdana Menteri May.
Sementara pemimpin senior Tory telah melonggarkan keprihatinan mengenai posisi Theresa May sampai bulan Desember, Bloomberg melaporkan bahwa Ketua dari konvensi nasional memberitahukan PM May pada hari Senin bahwa lebih dari 10% “chairmen and women” dari partai lokal telah menandatangani sebuah petisi untuk menyelenggarakan pertemuan darurat untuk mengambil suara dari kepergiannya.
Secara tehnikal, kenaikan lebih lanjut dari pasangan matauang GBP/USD akan berhadapan dengan “resistance” terdekat di 1.2940 yang apabila berhasil ditembus akan bertemu dengan “resistance” berikutnya di 1.2970 dan akhirnya 1.3000. Sebaliknya penurunan pasangan matauang ini akan berhadapan dengan “support” terdekat di 1.2900 yang apabila berhasil ditembus akan bertemu dengan “support” berikutnya di 1.2860 dan akhirnya 1.2830 dan 1.2770.
Ricky Ferlianto/VBN/Managing Partner Vibiz Consulting
Editor: Asido



