(Vibiznews – Commodity) – Harga emas yang sudah menembus kisaran $1500 pertama kalinya sejak tahun 2013, terpantau di akhir perdagangan sesi Asia terpangkas sedikit dan bergerak flat di tengah posisi pelemahan dolar AS pasca banyaknya bank sentral dunia menurunkan suku bunga.
Harga emas spot atau LLG menguat 0,03% menjadi $1,501.21 per troy ounce setelah sempat menyentuh $1,506.64 per troy ounce, yang masih berada di posisi harga tertinggi sejak April 2013. Namun harga emas berjangka AS sedang turun 0,3% pada $1,515,30 per troy ounce.
Demikian juga untuk harga emas batangan yang diproduksi dan diperdagangkan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) alami kenaikan signifikan sebesar Rp7000 atau 0,93 persen ke posisi Rp 753.000 per gram, yang melanjutkan rekor harga tertinggi sepanjang tahun ini dalam kenaikan 6 hari berturut.
Mulai terpangkasnya harga emas spot di pasar global menerima sentimen kuat dari naiknya imbal hasil obligasi ke posisi 1,73% dan keuntungan dalam perdagangan bursa saham. Kekuatan saham dan imbal hasil obligasi tersebut dipicu oleh posisi Yuan China yang bergerak kuat terhadap dolar AS.
Sentimen positif untuk harga emas semalam dapat dari komentar Presiden Fed Chicago Charles Evans mengisyaratkan bahwa ia terbuka untuk menurunkan suku bunga untuk meningkatkan inflasi dan untuk melawan risiko terhadap pertumbuhan ekonomi.
Untuk perdagangan selanjutnya secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center, harga emas LLG masih berpotensi mendaki kembali menuju posisi resisten 1514.60 – 1519.18. Namun jika bergerak lemah akan meluncur ke posisi support 1475.90 – 1470.24.
Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Editor: Asido Situmorang



