(Vibiznews – Forex) – Mengakhiri perdagangan forex sesi Amerika hari Rabu yang berakhir Kamis pagi (12/12), dolar AS anjlok parah hingga terjun ke posisi terendah 5 pekan setelah Federal Reserve mengumumkan ketetapan suku bunga tidak berubah dan ketua Fed Jerome Powell mengatakan ia tidak akan mempertimbangkan menaikkan suku bunga sampai inflasi naik secara signifikan.
Proyeksi ekonomi yang ditetapkan oleh Fed bersama menunjukkan mayoritas peserta FOMC mengharapkan suku bunga tetap tidak berubah sepanjang tahun 2020.
Fed Harapkan Suku Bunga Tidak Berubah Sepanjang Tahun 2020 https://t.co/qktkLTzING#fed #forex #Powell #dolar pic.twitter.com/ZVnnWlTIYj
— vibiznews.com (@vibiznews) December 11, 2019
Indeks dolar terjun ke posisi ke 97,01 dan terakhir terlihat di 97,12, yang turun 0,31% dari penutupan sebelumnya. Demikian juga dengan indeks dolar berjangka ditutup turun 0,26 persen ke posisi 97,12.
Terhadap euro, dolar AS melemah ke 1,1137, turun dari penutupan sebelumnya 1,1094 per unit euro. Demikian terhadap poundsterling, dolar turun menjadi 1,3195 setelah perdagangan sebelumnya dolar diperdagangkan pada 1,3155 per sterling.
Yen Jepang menguat menjadi 108,55 dolar dari 108,71 dolar. Aussie naik lebih dari 1% dengan pasangan AUD-USD diperdagangkan di 0,6880. Terhadap franc Swiss dan loonie, dolar khususnya lebih rendah di 0,9825 dan 1,3178, masing-masing.
Tekanan terhadap dolar AS juga datang dari pengumuman dari Departemen Tenaga Kerja yang menunjukkan harga konsumen di AS naik sedikit lebih dari yang diperkirakan pada bulan November. Inlasi naik 0,3 persen pada November setelah naik 0,4 persen pada Oktober. Ekonom telah memperkirakan harga naik tipis 0,2 persen. Untuk harga konsumen inti merangkak naik 0,2 persen pada November, sesuai dengan kenaikan yang terlihat pada bulan sebelumnya serta perkiraan ekonom.
Jul Allens, Senior Analyst, Vibiz Research Center, Vibiz Consulting



