(Vibiznews – Forex) – Dolar AS berusaha bangkit dari posisi rendah 5 pekan pada perdagangan sesi Eropa hari Kamis (12/12) sekalipun indeks masih melemah dari posisi perdagangan sebelumnya yang ambruk parah pasca statement dovish Ketua Federal Reserve.
Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap 6 mata uang rival utamanya masih turun 0,28% ke posisi 97.13, yang rebound sejak sesi Asia. Namun untuk indeks dolar berjangka menguat 0,18% ke posisi 97.30.
Kekuatan dolar AS datang dari sentimen perdagangan aset resiko dengan posisi imbal hasil obligasi AS yang pulih dari perdagangan sebelumnya. Selain itu juga dolar AS sedang bergerak kuat terhadap euro yang konsolidasi jelang pengumuman kebijakan moneter ECB dan juga pidato pertama Christine Lagarde di ECB.
Secara fundamental posisi dolar AS masih lemah sekali yang mendapat tekanan besar pekan ini. Tekanan yang besar datang dari pernyataan dovish Ketua Fed yang menunjukkan sinyal Fed tidak akan mengubah suku bunganya sepanjang tahun 2020.
Fokus investor sekarang bergeser ke tenggat waktu tarif impor baru China yang menjulang, pertemuan pertama Christine Lagarde di pucuk pimpinan ECB, dan pemungutan suara dalam pemilihan Inggris.
Presiden AS Donald Trump diperkirakan akan bertemu dengan para penasihat puncak pada hari ini mengenai batas waktu tarif. Kemudian Lagarde sudah pasti akan membuat keran uang tetap terbuka lebar, tetapi investor akan penasaran untuk mendengarkan konferensi pers pasca-pertemuan pertamanya untuk mencari petunjuk tentang perombakan kebijakan yang dapat menjadi landasan masa jabatannya.
Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Editor: Asido Situmorang



