IHSG Jumat Siang Terkoreksi Terbatas ke Level 6.197; Profit Taking dari Posisi 17 Minggu Tertingginya

529
Vibizmedia Photo

(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Jumat siang ini (6/8) terpantau terkoreksi terbatas 8,387 poin (0,14%) ke level 6.197,030 setelah dibuka naik ke level 6.225,635. IHSG terkoreksi profit taking dari posisi 17 minggu tertingginya setelah rilis pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II 7,07%, sedangkan bursa kawasan Asia siang ini umumnya mixed menanti data tenaga kerja AS sementara di Wall Street Nasdaq dan S&P500 mencetak rekor baru.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) siang ini terpantau terkoreksi 0,20% atau 28 poin ke level Rp 14.370, dengan dollar AS di pasar uang Asia menanjak setelah turun tipis di sesi global sebelumnya; merangkak oleh ekspektasi investor bahwa rilis tenaga kerja AS (Non-Farm Payrolls- NFP) nanti dapat memicu pengetatan moneter. Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 14.342.

Mengawali perdagangannya, IHSG menguat 20,218 poin (0,33%) ke level 6.225,635. Sedangkan indeks LQ45 naik 3,591 poin (0,42%) ke level 856,598. Siang ini IHSG melemah 8,387 poin (0,14%) ke level 6.197,030. Sementara LQ45 terlihat turun 0,93% atau 7,901 poin ke level 845,106.

Siang ini delapan dari sebelas sektor tampak mengalami pelemahan. Sektor yang mencatat penurunan tertinggi adalah sektor keuangan yang merosot 0,97%, diikuti sektor Kesehatan yang turun 0,68%.

Tercatat sebanyak 208 saham naik, 253 saham turun dan 174 saham stagnan. Perdagangan saham termasuk agak ramai dengan frekuensi perdagangan saham tercatat 1.116,82 kali transaksi sebanyak 17,56 miliar lembar saham senilai Rp 9,544 triliun.

Sementara itu, bursa regional siang ini terlihat umumnya mixed bias menguat, di antaranya Indeks Nikkei yang menanjak 0,34%, dan Hang Seng yang naik 0,01%.

Sejumlah saham yang masuk jajaran top losers antara lain Merdeka Cooper (MDKA) -4,95%, Bank BRI (BBRI) -2,96%, Elang Mahkota (EMTK) -2,94%, dan Bank BTN (BBTN) -2,46%.

Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini bergerak ditahan profit taking dari posisi 17 minggu tertingginya, sedangkan bursa kawasan Asia variatif menanti data tenaga kerja AS sementara Nasdaq dan S&P500 mencetak rekor baru. Berikutnya IHSG kemungkinan masih diintip profit taking di sekitar area overbought-nya, dengan tetap mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 6.231 dan 6.342. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 6.048, dan bila tembus ke level 5.947.

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group
Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here