(Vibiznews – Editor’s Note) – Pasar investasi domestik pada minggu lalu diwarnai dengan sejumlah isyu, di antaranya:
- Kekhawatiran pasar atas varian Omicron mereda karena tidak mematikan dan tersedianya vaksin terbaru untuk menangkalnya.
- Melonggarnya mobilitas mendorong pertumbuhan penjualan eceran dan keyakinan konsumen di dalam negeri.
- Capital inflow dari investor asing untuk pasar saham senilai Rp4,8 triliun minggu lalu.
Untuk korban virus di Indonesia, berita resmi terakhirnya, sudah sekitar 4.258 ribu orang terinfeksi, 4.109 ribu sembuh dengan tingkat kesembuhan tinggi 96,50%, dan 143,9 ribu lebih orang meninggal.
Minggu berikutnya, isyu antara perkembangan pandemi virus corona, prospek pemulihan ekonomi dalam dan luar negeri akan kembali mewarnai pergerakan pasar. Seperti apa dinamika pasar hari-hari ini? Berikut detail dari Vibiznews Domestic Market Review and Outlook 13-17 December 2021.
===
Minggu lalu IHSG di pasar modal Indonesia terpantau rebound kuat di tengah meredanya kekhawatiran pasar atas varian Omicron serta aksi beli kembali investor asing. Sementara itu, bursa kawasan Asia umumnya menguat. Secara mingguan IHSG ditutup menguat signifikan 1,75%, atau 114,446 poin, ke level 6.652,952. Untuk minggu berikutnya (13-17 December 2021), IHSG kemungkinan berpeluang meneruskan rebound kuatnya ini. Secara mingguan, IHSG berada antara resistance di level 6.748 dan 6.754. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 6.480, dan bila tembus ke level 6.436.
Mata uang rupiah terhadap dollar AS pekan lalu balik menguat meninggalkan level 3,5 bulan terendahnya, rebound di antara pergerakan USD yang terbatas di tengah berita varian Omicron yang tidak terlalu berbahaya, sehingga rupiah secara mingguannya berakhir menguat 0,17% ke level Rp 14.372. Sementara, dollar global terpantau stabil atau bergerak rangebound. Kurs USD/IDR pada minggu mendatang diperkirakan akan merangkak naik lagi, atau kemungkinan rupiah mengurangi gain dan sempat terkoreksi lagi, dalam range antara resistance di level Rp14.449 dan Rp14.485, sementara support di level Rp14.310 dan Rp14.255.
Harga obligasi rupiah Pemerintah Indonesia jangka panjang 10 tahun terpantau naik perlahan secara mingguannya, terlihat dari pergerakan turun yields obligasi dan berakhir ke 6,308% pada akhir pekan. Ini terjadi di tengah aksi jual investor asing di SBN. Sementara yields US Treasury bangkit menanjak dari tekanan 3 minggu.
===
Penjualan eceran pada periode November 2021 diprakirakan kembali tumbuh meningkat. Hal tersebut tercermin dari IPR November 2021 sebesar 199,7 atau secara tahunan tumbuh meningkat 10,1% (yoy). Peningkatan tersebut didorong oleh penjualan mayoritas kelompok, demikian laporan BI.
Survei Konsumen Bank Indonesia pada November 2021 mengindikasikan optimisme konsumen terhadap kondisi ekonomi terus menguat. Hal tersebut tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) November 2021 sebesar 118,5, lebih tinggi dari 113,4 pada Oktober 2021. IKK meningkat pada seluruh kategori pengeluaran dan kelompok usia responden.
Berdasarkan data transaksi 6-9 Desember, nonresiden di pasar keuangan domestik jual neto Rp3,23 triliun terdiri dari jual neto di pasar SBN sebesar Rp8,08 triliun dan beli neto di pasar saham sebesar Rp4,85 triliun.
Perbaikan sejumlah indikator ekonomi menunjukkan bahwa ekonomi Indonesia sedang bergerak ke arah pemulihannya di tahun 2021 ini.
===
Pasar yang terkadang naik turun acapkali memberikan sinyal ketidakjelasan pasar. Ini menimbulkan juga kebingungan keputusan investasi yang tepat pada saat ini. Sebagian investor kemudian memilih undur dulu dari pasar, di mana adakalanya kemudian terlambat ambil keputusan sehingga kehilangan kesempatan berharga yang jarang datang dalam dunia investasi. Sementara investor lain memanfaatkan situasi dengan “choppy trading” sehubungan dengan pasar yang berfluktuasi. “Kejelasan” menjadi kata kunci yang ditunggu banyak investor dewasa ini. Jika itu kebutuhan Anda, tengoklah kepada Vibiznews.com, media investasi online dalam negeri dengan global coverage yang detail tiap harinya. Simak terus ulasan berita, analisis dan rekomendasi instan yang selalu tersedia. Sekali lagi disampaikan terima kasih bagi Anda yang terus bersama kami, partner sukses investasi Anda, pembaca setia Vibiznews!
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting


