IHSG Jumat Ditutup Merosot 2,9% ke Level 6.969; Ditarik Saham Komoditas Pertambangan, Menggerus Rally

119
IHSG
Vibizmedia Picture

(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Jumat sore ini (8/5), terpantau merosot tajam 204,925 poin (2,86%) ke level 6.969,396 setelah dibuka turun ke level 7.158.176.

IHSG bergerak merosot dari 1,5 minggu tertingginya menggerus rally 4 hari sebelumnya dipicu koreksi saham-saham komoditas dan pertambangan, sementara bursa kawasan Asia sore ini umumnya bias melemah di tengah memanasnya lagi tensi dari Selat Hormuz yang mendorong koreksi dari gain kemarin, serta mengikuti Wall Street yang berakhir semalam menurun dari rekor sebelumnya.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) sore ini melemah 0,20% atau 35 poin ke level Rp 17.370, dengan dollar AS di pasar uang Eropa turun setelah menguat di sesi global sebelumnya; tertahan setelah menanjak oleh memanasnya lagi tensi geopolitik konflik Timur Tengah.

Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 17.335, serta terpantau terkoreksi setelah 2 hari rebound.

Mengawali perdagangannya, IHSG melemah 16,145 poin (0,23%) ke level 7.158.176. Sedangkan indeks LQ45 turun 2,990 poin (0,43%) ke level 690,800. Siang ini IHSG melemah 5,853 poin (0,08%) ke level 7.168,468. Sementara LQ45 terlihat turun 0,33% atau 2,270 poin ke level 696,060.

IHSG kemudian bergerak tergelincir dan ditutup merosot 204,925 poin (2,86%) ke level 6.969,396. Sementara LQ45 terlihat turun 2,39% atau 16,610 poin ke level 677,180. Tercatat saat ini sebanyak 133 saham naik, 575 saham turun dan 108 saham stagnan.

Sementara itu, bursa regional sore ini terpantau bias melemah, di antaranya Nikkei yang turun 0,19%, dan Hang Seng yang merosot 0,87%.

 

Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini menggerus rally sebelumnya oleh tergelincirnya sektor pertambangan, sementara bursa kawasan Asia sore ini umumnya bias melemah di tengah memanasnya lagi tensi dari Selat Hormuz, serta mengikuti Wall Street yang berakhir menurun dari rekor.

Berikutnya IHSG kemungkinan masih akan bias negatif, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 7.230 dan 7.578. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 6,838 dan bila tembus ke level 6,745.

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group