(Vibiznews – Commodity) Harga emas turun solid dan menyentuh kerendahan harian pada awal perdagangan sesi AS pada hari pertama perdagangan di tahun 2022. Elemen bearish harian, termasuk naiknya indeks dollar AS dan melemahnya harga minyak mentah adalah faktor negatip bagi metal berharga kuning ini. Selain itu, kebanyakan indeks saham juga mengalami kenaikan dalam perdagangan semalam yang menunjukkan rendahnya keengganan terhadap resiko yang menguasai pasar saat ini dan ini berarti bearish bagi metal yang safe haven seperti emas.
Emas berjangka kontrak bulan Februari turun $31.20 ke $1,799.18 per troy ons. Sementara perak Comex bulan Maret turun $0.477 ke $22.995 per ons.
Pasar saham global kebanyakan menguat dalam perdagangan semalam. Pasar Cina, Jepang dan Australia masih tutup. Indeks saham AS mengarah naik pada saat pembukaan perdagangan sesi New York dimulai. Indeks sahan S&P 500 naik 27% pada tahun 2021.
Sementara di pasar saat ini hanya ada sedikit keengganan terhadap resiko, sebagian memandang 2022 akan menjadi tahun yang lebih keras bagi pasar saham, dengan naiknya inflasi dan bank sentral mengurangi kebijakan uang mudahnya sementara dunia masih harus bertempur dengan pandemik.
“Support” terdekat menunggu di $1,785 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,775 dan kemudian $1,750
“Resistance” terdekat menunggu di $1,815 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,825 dan kemudian $1,840.
Ricky Ferlianto/VBN/Managing Partner Vibiz Consulting
Editor: Asido


