(Vibiznews – Commodity) Harga emas naik tajam pada awal perdagangan sesi AS hari Senin, karena permintaan safe-haven dengan situasi geopolitik Rusia – Ukraina terus memburuk. Harga emas sempat naik $23.00 ke $1,912.00 sebelum akhirnya terkoreksi turun lagi ke $1,894. Situasi sangat cair dan pasar emas akan terus bereaksi terhadap berita-berita terbaru dari Ukraina.
Emas berjangka kontrak bulan April naik $5.20 ke $1,894.00 per troy ons. Sementara perak Comex bulan Mei naik $0.438 ke $24.455 per ons.
Kecemasan pasar sangat tinggi memulai minggu perdagangan yang baru, setelah pada akhir minggu lalu Presiden Rusia Putin mensiagakan militernya dengan senjata nuklir setelah AS dan Eropa mengenakan tambahan sanksi yang keras terhadap penyerbuan Rusia ke Ukraina, antara lain dengan menyingkirkan berbagai bank Rusia, termasuk bank sentral Rusia dari sistem keuangan SWIFT yang penting. Hal ini selanjutnya bisa mendisrupsi arus perdagangan komoditi di seluruh dunia sehingga meningkatkan inflasi.
Pasar saham global turun dalam perdagangan semalam. Indeks saham AS turun tajam pada saat pembukaan perdagangan sesi AS dimulai.
Pada hari Senin, delegasi dari Rusia dan Ukraina diharapkan bertemu untuk melakukan pembicaraan di perbatasan Ukraina dengan Belarus. Sulit untuk mengatakan apakah kedua belah pihak bersedia untuk mengakhiri konflik dan mencari solusi diplomatik. Apabila tujuan ini tercapai, emas bisa berbalik lagi turun tajam. Sebaliknya, apabila tidak ada kemajuan dan eskalasi berlanjut setelah berlangsungnya pertemuan pada hari Senin, hal ini akan menambah dorongan naik terhadap harga emas.
“Support” terdekat menunggu di $1,878 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,860 dan kemudian $1,850.
“Resistance” terdekat menunggu di $1,915 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,935 dan kemudian $1,950.
Ricky Ferlianto/VBN/Head Research Vibiz Consulting
Editor: Asido


