Indikasi Kenaikan Inflasi dan Suku Bunga AS – Global Market Outlook, 11-15 April 2022 by Asido Situmorang

772

(Vibiznews – Editor’s Note) – Pasar investasi global pada minggu lalu diwarnai dengan sejumlah isyu, di antaranya:

  • Perkembangan konflik Rusia-Ukraina : AS dan Uni Eropa meningkatkan pemberian sanksi bagi Rusia. Kongres AS telah memilih untuk mencabut status perdagangan Rusia dan melarang impor minyak dan gas. Uni Eropa juga telah menyetujui sanksi baru terhadap Rusia, termasuk embargo penting atas impor batubara Rusia.
  • Pernyataan beberapa pejabat The Fed dan risalah pertemuan The Fed memberikan sinyal hawkish untuk The Fed Kembali menaikkan suku bunganya.
  • Minggu ini akan dirilis data inflasi AS yang diindikasikan kembali meningkat. Jika terealisir meningkat, akan semakin mendorong The Fed untuk menaikkan suku bunga

Pasar saham dunia terpantau melemah, harga emas naik, dan US dollar naik.

Minggu berikutnya, isyu antara perkembangan konflik Rusia-Ukraina dan prospek perkembangan ekonomi dunia akan kembali mewarnai pergerakan pasar. Seperti apa dinamika pasar hari-hari ini? Berikut detail dari Vibiznews Global Market Review and Outlook 11 – 15 April 2022.

===

Pasar Forex

Minggu lalu di pasar forex, mata uang dollar akhir pekan turun tipis namun secara mingguan menguat, dengan pernyataan pejabat The Fed dan risalah pertemuan The Fed memberikan sinyal hawkish bagi kenaikan suku bunga AS, di mana indeks dolar AS secara mingguan berakhir menguat ke 99.83. Sementara itu, pekan lalu secara mingguan euro terhadap dollar terpantau turun ke 1.0878. Untuk minggu ini, nampaknya euro akan berada antara level resistance pada 1.0987 dan kemudian 1.1143, sementara support pada 1.0700 dan 1.0653.

Pound sterling minggu lalu secara mingguan terlihat melemah ke level 1.3032 terhadap dollar. Untuk minggu ini pasar berkisar antara level resistance pada 1.3183 dan kemudian 1.3385, sedangkan support pada 1.2945 dan 1.2748. Untuk USDJPY minggu lalu berakhir naik ke level 124.33. Pasar di minggu ini akan berada di antara resistance level pada 125.11 dan 125.62, serta support pada 123.50 serta level 122.06. Sementara itu, Aussie dollar secara mingguan terpantau menurun ke level 0.7456. Range minggu ini akan berada di antara resistance level di 0.7516 dan 0.7627, sementara support level di 0.7360 dan 0.7290.

Pasar Saham

Untuk pasar saham kawasan, pada minggu lalu di regional Asia secara umum turun di tengah kekhawatiran kenaikan suku bunga AS. Indeks Nikkei secara mingguan terpantau berakhir melemah ke level 26,986. Rentang pasar saat ini antara level resistance di level 27,447 dan 28,163, sementara support pada level 25,999 dan 23,824. Sementara itu, Indeks Hang Seng di Hong Kong minggu lalu berakhir menurun ke level 21,872. Minggu ini akan berada antara level resistance di 22,779 dan 23,525, sementara support di 20,147 dan 19,722.

Bursa saham Wall Street minggu lalu berakhir turun dengan sinyal hawkish kenaikan suku bunga dan peningkatan imbal hasil Treasury AS. Dow Jones secara mingguan melemah ke level 34,721, dengan rentang pasar berikutnya antara resistance level pada 35,979 dan 36,365, sementara support di level 33,292 dan 32,058. Index S&P 500 minggu lalu turun ke level di 4,488.28, dengan berikutnya range pasar antara resistance di level 4,546 dan 4,606, sementara support pada level 4,397 dan 4,204.

Pasar Emas

Untuk pasar emas, minggu lalu terpantau menguat mengabaikan sinyal hawkish kenaikan suku bunga AS. Kenaikan emas terpicu konflik Rusia-Ukraina dimana AS melarang impor minyak dan gas dan Uni Eropa melakukan embargo atas impor batubara Rusia, sehingga harga emas spot secara mingguan menguat ke level $1,946.44 per troy ons. Untuk sepekan ke depan emas akan berada dengan rentang harga pasar antara resistant di $1974 dan berikut $1986, serta support pada $1943 dan $1924.

 

Berita-berita yang datangnya dari bursa aset investasi di kawasan Asia, Eropa dan Amerika kerap kali memengaruhi pasang surutnya pasar investasi. Baik itu karena faktor non ekonomi seperti perang, pandemi, atau faktor ekonomi seperti suku bunga atau inflasi. Satu saat sepertinya memberi harapan, pada kesempatan lain memutuskan ekspektasinya. Sangat tidak menentu. Kita tidak menyalahkan pasar atas hal tersebut. Pasar tidak pernah salah. Kita, sebagai investor, yang harus mengerti siapa pasar, apa perilakunya, serta bagaimana penyebabnya. Vibiznews.com dapat menjadi pendukung bagi Anda untuk memahami pasar investasi lebih baik. Bagi Anda kami selalu hadir mendampingi. Saat ini, kami sampaikan terimakasih kepada para members yang telah bersama terus dengan kami, partner sukses investasi Anda, pembaca setia Vibiznews!