Rekomendasi Emas 2 September 2022: Turun Menembus Support Psikologis $1,700.00

906

(Vibiznews – Commodity) Harga emas turun lagi pada jam perdagangan sesi AS hari Kamis dan menyentuh kerendahan selama enam minggu. Menguatnya indeks dollar AS dan jatuhnya harga minyak mentah, ditambah dengan naiknya yields treasury AS, semuanya menjadi faktor bearish yang menekan turun harga emas.

Emas berjangka kontrak bulan Oktober turun $12.60 ke $1,698.80 per troy ons. Sementara perak berjangka Comex bulan September turun $0.322 ke $17.555 per ons.

Pasar saham global turun dalam perdagangan semalam. Indeks saham AS mengarah turun ke kerendahan lima minggu pada saat pembukaan perdagangan sesi New York dimulai. Keengganan terhadap resiko meningkat pada hari pertama bulan September ini, bulan dimana sejarah menunjukkan akan bisa menjadi bulan yang keras bagi pasar saham dan keuangan.

Laporan baru mengatakan bahwa ada lockdown karena Covid yang besar di Cina dimana 21 juta orang telah di-locked down di region industri utama di negara Cina. Data ekonomi yang keluar dari Cina juga buruk dengan Purchasing Manager Index (PMI) dan indikator perumahan/properti menunjukkan kelemahan. Hal ini memicu keprihatinan akan berkurangnya permintaan konsumsi dan komersial di Cina yang telah menekan pasar komoditi mentah pada minggu ini dengan minyak mentah menjadi yang terdepan dalam penurunannya.

Negara-negara ekonomi maju sedang mengetatkan kebijakan moneternya yang akan juga memperlambat pertumbuhan ekonomi mereka masing – masing. Banyak pengamat pasar sedang ketakutan resesi ekonomi AS dan global sedang disiapkan.

Hal kunci di luar pasar emas adalah turunnya minyak mentah Nymex yang diperdagangkan di sekitar $85.97. Sementara indeks dollar AS naik secara solid.

Support & Resistance

“Support” terdekat menunggu di $1,696 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,689 dan kemudian $1,675.

“Resistance” terdekat menunggu di $1,700 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,710 dan kemudian $1,728.

 

Ricky Ferlianto/VBN/Head Research Vibiz Consulting

 

Editor: Asido