(Vibiznews – Commodity) Harga minyak mentah berjangka benchmark Amerika, West Texas Intermediate (WTI) di bursa Nymex pada awal jam perdagangan sesi AS hari Kamis turun dan diperdagangkan di sekitar $85.11 per barel,
Turunnya harga minyak mentah WTI antara lain disebabkan oleh keluarnya data inventori minyak mentah AS dari Energy Information Administration (EIA) yang mengatakan persediaan minyak mentah AS meningkat 2.442.000 untuk minggu yang berakhir pada tanggal 9 September, dibandingkan dengan perkiraan pasar sebesar 833.330.
Penurunan harga minyak mentah WTI disebabkan juga oleh naiknya kembali dollar AS dan ketakutan akan resesi global yang menurunkan permintaan akan minyak mentah.
Indeks dollar AS membalikkan penurunannya dan kembali ke ketinggian di sekitar 109,263 dengan munculnya angka Producer Price Index (PPI) AS yang lebih rendah pada bulan Agustus. PPI AS turun ke 8.7% YoY dari 9.8% pada bulan Juli dan lebih kecil daripada yang diperkirakan pasar sebesar 8.8%.
Ketakutan akan resesi global juga menambah tekanan turun terhadap harga minyak mentah, di tengah situasi dimana para bank sentral di Barat sedang bersiap untuk memasuki siklus kenaikan tingkat bunga yang baru berikutnya dalam rangka menyelesaikan persoalan inflasi. Kenaikan tingkat bunga yang terus menerus diperkirakan akan mendorong perekonomian dunia masuk ke dalam resesi global.
Saat ini pasar melihat probabilita the Fed akan menaikkan tingkat suku bunganya sebesar 75 bps adalah 90%.
Support & Resistance
Support” terdekat menunggu di $85.00 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $84.37 dan kemudian $83.88. “Resistance” yang terdekat menunggu di $85.34 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $85.82 dan kemudian $86.33.
Ricky Ferlianto/VBN/Head Research Vibiz Consulting
Editor: Asido.


