(Vibiznews – Commodity) Harga emas turun pada awal jam perdagangan sesi AS di akhir minggu, hari Jumat minggu lalu. Para trader kelihatannya fokus kepada aspek bearish dari potensi perlambatan pertumbuhan ekonomi global yang akan menciutkan permintaan konsumsi dan komersial dari emas.
Emas berjangka kontrak bulan Juni turun $21.40 ke $1,983.90 per ons. Perak berjangka Nymex bulan Mei turun $0.148 ke $25.225 per ons.
Pasar saham global kebanyakan turun dalam perdagangan semalam. Indeks saham AS mengarah sedikit turun pada saat pembukaan perdagangan sesi New York dimulai. Laporan penghasilan perusahaan yang mengecewakan dan ketakutan akan resesi menekan harga saham.
Meskipun demikian, data – data ekonomi yang keluar dari AS umumnya bagus, termasuk pertumbuhan pekerjaan non-farm (Non-farm Payrolls) berada di atas 200.000. Inflasi harga produsen dan konsumen melemah pada bulan-bulan yang lalu dan berada pada tren turun. Indeks harga saham AS tidak jauh di bawah ketinggian 1 ½ tahun dan rally yang terjadi pada jagung, kedelai, gandum dan ternak berjangka tidak menunjukkan bahwa ekonomi AS/global sedang melambat.
Apabila tidak terjadi kegoncangan perbankan yang tidak terduga-duga atau kejutan geopolitik yang besar pada bulan – bulan yang akan datang, ekonomi AS kemungkinan akan berhasil mendarat dengan halus dan akan siap untuk mengalami pertumbuhan yang berkelanjutan pada tahun 2024.
Hal kunci di luar pasar pada hari Jumat minggu lalu adalah turunnya indeks dollar AS. Harga minyak mentah Nymex naik sedikit dan diperdagangkan di sekitar $77.50 per barel. Harga minyak mentah turun belakangan ini karena keprihatinan akan permintaan yang menurun di tengah kekuatiran akan terjadinya resesi ekonomi global.
Support & Resistance
“Support” terdekat menunggu di $1,980 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,965 dan kemudian $1,950.
“Resistance” terdekat menunggu di $2,000 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $2,016 dan kemudian $2,028.
Ricky Ferlianto/VBN/Head Research Vibiz Consulting
Editor: Asido.


