(Vibiznews – Forex) GBP/USD naik menembus 1.2400 di sekitar 1.2431, dan berhasil menghapus sebagian dari kerugian hariannya.
Sebagai reaksi awal dari data PMI jasa AS yang dikeluarkan oleh ISM yang mengecewakan, yang menunjukkan terjadinya kontraksi dalam hal employment, dollar AS kehilangan kekuatannya dan membuat pasangan matauang GBP/USD berbalik arah.
Menurut Institute for Supply Management (ISM), indeks PMI jasa AS turun ke 50.3 dari sebelumnya 51.9 dan jauh di bawah yang diperkirakan di 52.2. Angka indeks PMI jasa AS turun ke 50.3, sedikit lagi akan memasuki teritori resesi. Angka di atas 50 menunjukkan pertumbuhan sementara angka di bawah 50 menunjukkan kontraksi.
Pada awal hari Senin, indeks dollar AS berusaha bertahan di area sekitar 104.00 yang didukung oleh naiknya yields obligasi pemerintah. Meskipun demikian, CME Group FedWatch Tool’s memberikan probabilita tetap di bawah 30% the Fed akan menaikkan tingkat bunga sebesar 25 bps, yang menunjukkan bahwa angka Nonfarm Payrolls (NFP) tidak berdampak terhadap penghitungan harga di pasar dalam hal keputusan tingkat bunga oleh the Fed yang berikutnya.
Sebaliknya, pasar memperhitungkan dalam harga sepenuhnya akan kenaikan tingkat bunga dari Bank of England (BoE) sebesar 25 bps pada bulan Juni menjadi 4.75% dan akan terus naik sampai ke tingkat bunga terminal di 5.5%.
Support & Resistance
“Support” terdekat menunggu di 1.2400 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.2360 dan kemudian 1.2320. “Resistance” terdekat menunggu di 1.2440 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.2480 dan kemudian 1.2500.
Ricky Ferlianto/VBN/Head Research Vibiz Consulting
Editor: Asido.


