(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Selasa siang ini (7/11) terpantau melemah 42,956 poin (0,62%) ke level 6.835,880 setelah dibuka turun ke level 6.859,434.
IHSG terkoreksi dari rally 3 hari dan 2 minggu tertingginya, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya melemah dipimpin Kospi di tengah bank sentral Australia (RBA) menaikkan suku bunga, serta mencermati Wall Street yang semalam ditutup menguat tipis.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) siang ini melemah cukup tajam 0,91% atau 140 poin ke level Rp 15.603, dengan dollar AS di pasar uang Asia naik perlahan setelah menguat terbatas di sesi global sebelumnya; rebound perlahan dari 7 minggu terendahnya di tengah investor akan mencermati pidato pimpinan the Fed Powell minggu ini.
Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 15.463, serta terpantau terkoreksi dari level 5 minggu tertingginya di sekitar overbought-nya.
Mengawali perdagangannya, IHSG melemah 19,402 poin (0,28%) ke level 6.859,434. Sedangkan indeks LQ45 turun 4,636 poin (0,50%) ke level 9145,219. Siang ini IHSG melemah 42,956 poin (0,62%) ke level 6.835,880. Sementara LQ45 terlihat turun 0,87% atau 7,998 poin ke level 910,857.
Tercatat saat ini sebanyak 190 saham naik, 311 saham turun dan 236 saham stagnan.
Sementara itu, bursa regional siang ini melemah, di antaranya Nikkei yang merosot 1,24%, dan Indeks Hang Seng yang turun 1,47%.
Sejumlah saham yang masuk jajaran top losers antara lain Bank Aladin (BANK) -8,41%, Medco (MEDC) -5,28%, Indika Energy (INDY) -4,55%, dan Mitra Adiperkasa (MAPI) -3,56%.
Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini dalam koreksi profit taking setelah rally kuat 3 hari serta mengikuti regional, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya melemah dipimpin Kospi di tengah bank sentral Australia (RBA) menaikkan suku bunga.
Berikutnya IHSG kemungkinan akan masih di zona merahnya dan mengurangi loss, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 6.836 dan 6.961. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 6.640, dan bila tembus ke level 6.622.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group



