(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Kamis pagi ini (9/11) terpantau menguat terbatas 7,104 poin (0,10%) ke level 6.811,210 setelah dibuka turun ke level 6.797,702.
IHSG bergerak di dua zona dalam konsolidasi setelah terkoreksi 2 hari, sementara bursa kawasan Asia pagi ini umumnya bias menguat di antara rilis inflasi China yang menurun, serta mengikuti Wall Street yang semalam ditutup mixed bias menguat.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) pagi ini menguat 0,26% atau 40 poin ke level Rp 15.631, dengan dollar AS di pasar uang Asia turun terbatas setelah menguat perlahan 3 hari di sesi global sebelumnya; bergerak dalam rentang terbatas setelah tekanan jual minggu lalu di tengah investor mencari arah pasar berikutnya dengan mencermati pidato pimpinan the Fed minggu ini.
Rupiah menguat dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 15.671, serta terpantau bangkit dari koreksi 2 harinya, di bawah dari area overbought-nya.
Mengawali perdagangannya, IHSG melemah 6,404 poin (0,09%) ke level 6.797,702. Sedangkan indeks LQ45 turun 5,542 poin (0,61%) ke level 907,888. Pagi ini IHSG menguat 7,104 poin (0,10%) ke level 6.811,210. Sementara LQ45 terlihat naik 0,10% atau 0,863 poin ke level 907,615.
Tercatat saat ini sebanyak 260 saham naik, 175 saham turun dan 213 saham stagnan.
Sementara itu, bursa Wall Street pada penutupan tadi malam lanjut khususnya S&P 500 dan Nasdaq, sedangkan Dow Jones terkoreksi terbatas. Sedangkan, bursa regional pagi ini mixed bias menguat, di antaranya Nikkei yang menanjak 0,90%, dan Indeks Hang Seng yang turun 0,32%.
Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini dibuka dalam konsolidasi di dua zona, sementara bursa kawasan Asia pagi ini bias menguat menyusul Wall Street yang semalam ditutup mixed bias menguat.
Berikutnya IHSG kemungkinan akan bertahan di zona hijau menutupi gap koreksi 2 harinya, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 6.883 dan 6.961. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 6.640, dan bila tembus ke level 6.622.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group



