Pasar Kembali Variatif, Rupiah Tergerus dari Rally-nya — Domestic Market Outlook, 4-8 March 2024

488
Vibizmedia Picture

(Vibiznews – Editor’s Note) – Pasar investasi domestik pada minggu lalu diwarnai dengan sejumlah isyu, di antaranya:

  • Pasar keuangan di minggu lewat ini variatif, dengan rupiah tergerus dalam dari rally panjang sebelumnya.
  • Inflasi IHK Februari 2024 dilaporkan 2,75% (yoy), tetap terjaga dalam kisaran sasaran BI 2,5±1%.
  • Capital outflow di pasar keuangan tercatat sekitar Rp2 triliun.
  • Data ekonomi yang diperhatikan pasar pekan mendatang adalah rilis cadangan devisa pada Kamis nanti.

Minggu berikutnya, isyu prospek ekonomi dalam dan luar negeri, akan kembali mewarnai pergerakan pasar. Seperti apa dinamika pasar hari-hari ini? Berikut detail dari Vibiznews Domestic Market Review and Outlook 4-8 March 2024.

===

Minggu yang baru lewat IHSG di pasar modal Indonesia terpantau berakhir rebound di sekitar area konsolidasinya, sempat di seminggu tertingginya lalu terkoreksi profit taking investor. Sementara itu, bursa kawasan Asia pada umumnya bias menguat dengan Nikkei mencetak rekor baru lagi. Secara mingguan IHSG ditutup melemah 0,23%, atau 16,812 poin, ke level 7.311,907. Untuk minggu berikutnya (4-8 Maret 2024), IHSG kemungkinan kembali konsolidatif dalam bias positif, dengan mencermati sentimen bursa regional sepekan depan. Secara mingguan, IHSG berada antara resistance di level 7.370 dan 7.401. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 7.255, dan bila tembus ke level 7.181.

Mata uang rupiah terhadap dollar AS pekan berlalu terkoreksi cukup dalam dan sempat ke level 3,5 minggu terendahnya, menggantikan rally bertahap selama 4 minggu sebelumnya, serta capital outflow terbatas sebesar Rp0,82 triliun di pasar SBN, sehingga rupiah secara mingguannya berakhir melemah 0,81% atau 127 poin ke level Rp 15.737. Sementara, dollar global bergerak fluktuatif bias melemah di pekan keduanya. Kurs USD/IDR pada minggu mendatang diperkirakan akan sempat terkoreksi dari overbought-nya, atau kemungkinan rupiah berupaya rebound secara bertahap, dalam range antara resistance di level Rp15.758 dan Rp15.848, sementara support di level Rp15.572 dan Rp15.547.

Harga obligasi rupiah Pemerintah Indonesia jangka panjang 10 tahun terpantau turun secara mingguannya, terlihat dari pergerakan naik yield obligasi dan berakhir ke 6,627% pada akhir pekan. Ini terjadi di tengah berlanjutnya aksi jual terbatas investor asing di SBN. Sementara yields US Treasury terpantau terkoreksi di pekan keduanya.

===

Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Februari 2024 dilaporkan tetap terjaga dalam kisaran sasaran 2,5±1%. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, inflasi IHK Februari 2024 tercatat sebesar 0,37% (mtm), sehingga secara tahunan menjadi 2,75% (yoy). Ke depan, Bank Indonesia meyakini inflasi akan tetap terkendali dalam kisaran sasaran 2,5±1% pada 2024.

Sementara itu, BI melaporkan bahwa kebutuhan pembiayaan korporasi pada Januari 2024 terindikasi tumbuh terbatas. Hal tersebut tecermin dari Saldo Bersih Tertimbang (SBT) pembiayaan korporasi sebesar 6,5%. Pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh peningkatan kebutuhan pada lapangan usaha (LU) Pertambangan.

Berdasarkan data transaksi 26 – 29 Februari 2024, nonresiden di pasar keuangan domestik tercatat jual neto Rp2,00 triliun terdiri dari jual neto Rp0,82 triliun di pasar SBN, jual neto Rp2,64 triliun di pasar saham, dan beli neto Rp1,46 triliun di Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

===

Berita-berita yang datangnya dari bursa aset investasi di kawasan Asia, Eropa dan Amerika kerap kali memengaruhi pasang surutnya pasar investasi. Baik itu karena faktor non ekonomi seperti perang, tensi geopolitik, atau faktor ekonomi seperti prospek penurunan suku bunga atau rilis inflasi. Satu saat sepertinya memberi harapan, pada kesempatan lain memutuskan ekspektasinya. Sangat tidak menentu. Kita tidak menyalahkan pasar atas hal tersebut. Pasar tidak pernah salah. Kita, sebagai investor, yang harus mengerti siapa pasar, apa perilakunya, serta bagaimana penyebabnya.

Vibiznews.com dapat menjadi pendukung bagi Anda untuk memahami pasar investasi lebih baik. Bagi Anda kami selalu hadir mendampingi. Saat ini, kami sampaikan terimakasih kepada para pembaca yang telah bersama dengan kami, partner sukses investasi Anda, pembaca setia Vibiznews!

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting