(Vibiznews – Commodity) – Harga kedelai turun pada penutupan pasar hari Kamis setelah pengumuman reciprocal tariff dari Presiden AS.
Harga kedelai Mei di CBOT turun 18 sen menjadi $10.1150 per bushel.
Presiden Trump mengumumkan tariff reciprocal ke Cina sebesar 34% (54% termasuk tariff sebelumnya pada awal tahun), dengan Uni Eropa 20%. Tariff ini berlaku mulai 9 April. Sampai penutupan perdagangan hari Kamis belum ada informasi mengenai tindakan balasan dari ke dua negara.
Laporan Penjualan Ekspor Mingguan dari FAS
- Penjualan kedelai sebesar 410,172 MT untuk minggu ini sampai 27 Maret masih dalam range perkiraan antara 250,000 – 800,000 MT. Jumlah tertinggi 3 minggu dan3 kali penjualan tahun lalu pada minggu yang sama.
- Negara pembeli terbesar Cina sebesar 285,900 MT (264,000 MT merupakan peralihan dari negara yang tidak dikenal) kemudian Taiwan 73,100 MT.
- Penjualan untuk 2025/26 sebesar 3,274 MT masih dalam range 0 –50,000 MT.
- Penjualan soymeal sebesar 93,497 MT masih dibawah perkiraan pedagang antara 100,000 – 300,000 MT..
- Penjualan minyak kedelai sebesar 13,842 MT terendah 7 minggu walaupun masih dalam range perkiraan antara 5,000 – 40,000 MT.
Census data melaporkan
- ekspor kedelai Februari sebesar 3.07 MMT (112.66 bbu) turun 41.17% dari Januari, dan turun 41.75% dari tahun lalu. Jumlah terendah dari ekspor Februari sejak 2020.
- Pengiriman pada tahun marketing ini sebesar 1.415 bbu. Ekspor Soymeal selama bulan Februari sebesar 1.125 MMT turun 17.64% dari tahun lalu. Pengiriman minyak kedelai masih diatas tahun lalu menjadi 136,250 MT
Analisa tehnikal untuk kedelai :
Support pertama di $10.22 dan berikut ke $9.98
Resistant pertama di $10.36 berikut ke $10.51
Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting



