IHSG Rabu Ditutup Terkoreksi 1,4% ke Level 9.010; dari Rekor ke Seminggu Terendahnya

97
IHSG
Vibizmedia Picture

(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) penutupan Rabu sore ini (21/1), terpantau terkoreksi signifikan 124,370 poin (1,36%) ke level 9.010,330 setelah dibuka turun ke level 9.069,607.

IHSG bergerak terkoreksi profit taking dari rekor ke seminggu terendahnya, sementara bursa kawasan Asia sore ini umumnya mixed bias melemah di tengah harga emas dunia yang melejit rekor dengan pasar mencermati tensi dagang AS – Eropa terkait isyu Greenland, serta mengikuti Wall Street yang semalam berakhir terkoreksi signfikan.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) sore ini rebound 0,09% atau 15 poin ke level Rp 16.930, dengan dollar AS di pasar uang Eropa rebound teknikal setelah melemah 2 hari di sesi global sebelumnya; berupaya merangkak dari sekitar 2 minggu terendahnya ditekan aksi jual dollar oleh naiknya permintaan safe haven assets di tengah tensi geopolitik terkait Greenland.

Rupiah menguat dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 16.945, serta terpantau rebound dari area rekor terendahnya setelah pengumuman BI Rate tetap 4,75% hari ini.

Mengawali perdagangannya, IHSG melemah 65,093 poin (0,71%) ke level 9.069,607. Sedangkan indeks LQ45 turun 8,440 poin (0,95%) ke level 875,940. Siang ini IHSG melemah 113,211 poin (1,24%) ke level 9.021,489. Sementara LQ45 terlihat turun 1,17% atau 10,390 poin ke level 873,990.

IHSG kemudian lanjut terkoreksi dan ditutup melemah 124,370 poin (1,36%) ke level 9.010,330. Sementara LQ45 terlihat turun 1,47% atau 12,960 poin ke level 871,420. Tercatat saat ini sebanyak 179 saham naik, 546 saham turun dan 77 saham stagnan.

Sementara itu, bursa regional sore ini terpantau mixed, di antaranya Nikkei yang merosot 0,41%, dan Hang Seng yang naik 0,37%.

 

Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini terkoreksi profit taking setelah rally rekor, sementara bursa kawasan Asia sore ini umumnya melemah di tengah harga emas dunia yang melejit rekor dengan pasar mencermati tensi dagang AS – Eropa terkait isyu Greenland.

Berikutnya IHSG kemungkinan agak konsolidasi dengan bias koreksi, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 9.175 dan 9.200. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 8,841 dan bila tembus ke level 8,715.

 

 Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group