(Vibiznews – Commodity) – Harga karet Jepang turun pada hari Rabu, menguatnya yen ke kurs tertinggi 2 ½ bulan, walaupun kekhawatiran akan pasokan dari produsen karet terbesar masih memberikan dukungan untuk harga naik.
Harga karet Juli di the Osaka Exchange (OSE) turun 4.9 yen atau 1.4% menjadi 345 yen ($2.26) perkg.
Harga karet Mei di the Shanghai Futures Exchange (SHFE) naik 200 yuan atau 1.24% menjadi 16,360 yuan ($2,355.58) per MT
Harga karet butadiene Maret di SHFE naik 15 yuan atau 0.11% menjadi 13,265 yuan per ton.
Harga karet Februari di Singapore Exchange SICOM naik 0.7% menjadi 188.8 sen USD.
Yen menguat ke tertinggi dua setengah bulan terhadap dolar setelah the FED mengatur rate dolar/yen pada hari Jumat, melakukan intervensi
Menguatnya yen menyebabkan harga komoditas Jepang menjadi mahal untuk pembeli dengan mata uang lain selain yen.
Tanaman karet di Utara Thailand sudah menggugurkan daun , tanda musim penyadapan segera berakhir. Produksi tanaman karet di Vietnam dan the Ivory Coast baru mulai penyadapan.
Tanaman karet berproduksi rendah dari bulan Februari sampai Mei, dan mencapai puncak produksi panen dari Mei sampai September.
Penyadapan diperkirakan akan berkurang produksinya sampai akhir bulan ini dan pabrik pengolahan karet akan memasuki periode penyimpanan dan penimbunan.
Analisa tehnikal untuk karet Jepang
Suppport pertama di 345 yen kemudian ke 337 yen
Resistant pertama di 353 yen kemudian ke 360 yen
Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting



