IHSG Kamis Siang Terkoreksi ke Level 8.259; Dua Zona, Meninggalkan 1,5 Minggu Terkuatnya

119
Vibizmedia Photo

(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Kamis siang ini (12/2), terpantau terkoreksi 31,801 poin (0,38%) ke level 8.259,165 setelah dibuka naik ke level 8.314,571.

IHSG bergerak di dua zona dan terkoreksi dari level 1,5 minggu tertingginya, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya mixed dengan Nikkei masih di area tertingginya paska pemilu, serta mencermati Wall Street yang berakhir semalam terkoreksi terbatas termasuk Dow Jones turun dari rekor.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) siang ini melemah 0,24% atau 40 poin ke level Rp 16.820, dengan dollar AS di pasar uang Asia terpantau menurun terbatas setelah agak melandai 2 hari di sesi global sebelumnya; konsolidasi di sekitar 1,5 minggu terendahnya setelah sempat diangkat data lapangan kerja AS yang melebihi estimasi.

Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 16.780, serta terpantau terkoreksi setelah rally 3 hari meninggalkan seminggu tertingginya.

Mengawali perdagangannya, IHSG menguat 23,605 poin (0,28%) ke level 8.314,571. Sedangkan indeks LQ45 naik 1,290 poin (0,15%) ke level 843,230. Siang ini IHSG melemah 31,801 poin (0,38%) ke level 8.259,165. Sementara LQ45 terlihat turun 0,43% atau 3,640 poin ke level 838,300.

Tercatat saat ini sebanyak 281 saham naik, 369 saham turun dan 168 saham stagnan.

Sementara itu, bursa regional siang ini terpantau mixed, di antaranya Nikkei yang naik 0,27%, dan Hang Seng yang turun 0,89%.

 

Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini bergerak di dua zona lalu terkoreksi, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya mixed dengan Nikkei masih di area tertingginya paska pemilu, serta mencermati Wall Street yang berakhir semalam terkoreksi terbatas.

Berikutnya IHSG kemungkinan masih dalam konsolidasi,  dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 8.596 dan 9.058. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 7,742 dan bila tembus ke level 7,481.

 

 Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group