IHSG Jumat Siang Melemah 0,6% ke Level 8.219; Sentimen Negatif Regional dan Wall Street

119
Vibizmedia Picture

(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Jumat siang ini (13/2), terpantau melemah 46,786 poin (0,57%) ke level 8.218,566 setelah dibuka naik ke level 8.314,571.

IHSG bergerak melanjutkan koreksi kemarin searah regional, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya mixed bias melemah ditarik sentimen negatif global, serta mengikuti Wall Street yang berakhir semalam serempak tertekan kekhawatiran merosotnya kelompok saham AI.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) siang ini melemah 0,15% atau 25 poin ke level Rp 16.835, dengan dollar AS di pasar uang Asia terpantau merangkak naik setelah agak melandai 3 hari di sesi global sebelumnya; konsolidasi di atas 1,5 minggu terendahnya di antara estimasi investor bahwa the Fed akan mempertahankan suku bunganya sampai pertengahan tahun ini.

Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 16.810, serta terpantau terkoreksi di hari keduanya.

Mengawali perdagangannya, IHSG menguat 49,219 poin (0,60%) ke level 8.314,571. Sedangkan indeks LQ45 turun 3,180 poin (0,38%) ke level 836,220. Siang ini IHSG melemah 46,786 poin (0,57%) ke level 8.218,566. Sementara LQ45 terlihat turun 1,06% atau 8,910 poin ke level 830,490.

Tercatat saat ini sebanyak 287 saham naik, 368 saham turun dan 161 saham stagnan.

Sementara itu, bursa regional siang ini terpantau melemah, di antaranya Nikkei yang turun 0,68%, dan Hang Seng yang merosot 1,79%.

 

Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini bergerak melanjutkan koreksi di hari kedua, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya bias melemah ditarik sentimen negatif global, mengikuti Wall Street yang tertekan merosotnya kelompok saham AI.

Berikutnya IHSG kemungkinan tetap terkoreksi di zona merah, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 8.596 dan 9.058. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 7,742 dan bila tembus ke level 7,481.

 

 Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group