Harga Karet Turun Menguatnya Yen

118

(Vibiznews – Commodity) – Harga karet Jepang turun pada  hari Kamis tekanan karena menguatnya yen dan penjualan mobil turun di Cina, negara produsen mobil dunia. 

Harga karet Juli di the Osaka Exchange (OSE) turun 2.6 yen atau 0.74% menjadi 347.8 yen ($2.27) per kg. 

Harga karet Mei di the Shanghai Futures Exchange (SHFE) turun 85 yuan atau 0.51% menjadi 16,450 yuan ($2,383.23) per MT. 

Harga karet Butadiene Maret di SHFE turun 250 yuan atau 1.93% menjadi 12,715 yuan per ton. 

Harga karet Maret di Singapore Exchange SICOM turun 0.2% menjadi 192.5 sen USD per kg. 

Yen menguat 2.6% sejak PM Sanae Takaichi menang pada hari Minggu sehingga kurs mencapai kurs tertinggi mingguan lebih dari setahun. 

Menguatnya Yen membuat harga komoditas Jepang menjadi lebih mahal bagi pembeli luar negeri. 

https://vibiznews.com/index.php/2026/02/12/forex-usdjpy-12-februari-2026-yen-melaju-di-tertinggi-2-pekan-lebih-oleh-sinyal-positif-fiskal-jepang/

Nikkei Jepang naik 58,000 pertama kalinya sejak Takaichi;s menang pemilu. 

https://vibiznews.com/index.php/2026/02/12/nikkei-pasca-libur-sedikit-terkoreksi-topix-memperpanjang-rekor-tertinggi/

Penjualan mobil Cina turun pada  bulan lalu pada masa kecepatan penjualan tercepat dalam dua tahun karena kompetisi dimana pabrik menantikan subsidi dari pemerintah, permintaan berkurang dan regulasi yang ketat. 

Penjualan mobil mempengaruhi kecepatan produksi pabrik yang melibatkan penggunaan ban. Turunnya harga mobil membuat kompetisi ketat, menekan harga dari ban mobil. 

Volume penjualan karet turun menjelang tahun Baru Imlek minggu depan, pabrik di Cina tutup dan mengadakan perawatan, 

 

Analisa tehnikal untuk karet Jepang 

Suppport pertama di 343 yen kemudian ke 338 yen  

Resistant pertama di 348 yen kemudian ke 353 yen 

Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting